Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Kepala Sekolah SMK Diperiksa Polisi terkait Pembunuhan di Subang, Yoris Ungkap Nasib Yayasan Yosef

Selain memeriksa keluarga dekat Tuti, polisi kini juga menggali informasi dari kepala sekolah SMK yang bernaung di Yayasan Bina Prestasi Nasional.

Editor: Lailatun Niqmah
Tribun Jabar/ Dwiky Maulana Vellayati
Yoris (34) anak sekaligus kakak dari korban pembunuhan di Subang saat ditanya wartawan di Polsek Jalan Cagak Polres Subang, Jumat (20/8/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Polisi menggali sejumlah hal terkait kematian Tuti Suhartini (55), adan anaknya, Amalia Mustika Ratu (23).

Selain memeriksa keluarga dekat, polisi kini juga menggali informasi dari kepala sekolah SMK yang bernaung di Yayasan Bina Prestasi Nasional milik Yosef, suami Tuti.

Pemeriksaan ini disebut membawa dampak pada kondisi yayasan.

Baca juga: Kendala Tak Ada Alat Bukti dan Saksi di TKP, Ini Cara Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Subang

Hal itu diungkap oleh anak pertama korban, Yoris.

Diketahui, sebulan berlalu sejak 18 Agutus 2021, kasus pembunuhan di Dusun Ciseuti, Subang, Jawa Barat itu belum terungkap.

Nasib Yayasan

Yayasan Bina Prestasi Nasional di Subang yang dipimpin Yoris (34) sampai saat ini masih vakum seusai kematian Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustika Ratu (23).

"Belum, belum ada aktivitas apapun sementara istirahat dulu gak ada rencana untuk dibuka kembali," kata Yoris di Subang, Jumat (17/9/2021).

Yayasan tersebut menaungi sebuah SMK swasta di Kabupaten Subang.

Tuti dan Amalia merupakan korban perampasan nyawa pada 18 Agustus 2021.

Hingga Jumat (17/9/2021), tepat 30 hari setelah hari kejadian, pelaku perampasan nyawa anak dan ibu itu belum terungkap. Yoris merupakan anak dari Tuti dan kakak dari Amalia.

Dua mayat perempuan itu ditemukan di bagasi mobil yang terparkir di halaman rumah di Kampung Ciseuti Desa Jalan Cagak Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang.

Saat ditemukan, barang berharga seperti mobil, perhiasan hingga uang puluhan juta tidak diambil pelaku.

Yoris sendiri merupakan ketua dari Yayasan Bina Prestasi Nasional tersebut.

Untuk mengungkap kasus kematian Amalia dan Tuti, kepala SMK swasta yang dinaungi Yayasan Bina Prestasi Nasional jadi saksi.

"Kepala sekolahnya juga kan sempat jadi saksi, jadi untuk sementara ditutup dulu aja," katanya.

Menurut Yoris, dirinya juga belum ada rencana untuk kembali membuka aktivitas dari yayasan itu.

Baca juga: Wanita Diduga Buang Barang Bukti Pembunuhan di Subang Diburu Polisi, Pelaku Terekam CCTV Berkelompok

Pasalnya, dirinya sampai dengan saat ini masih fokus kepada proses penyelidikan kasus matinya kedua orang tersayang itu.

"Saya masih fokus ya nanti lah kalo udah selesai semua dari kasus ini, siswa-siswinya juga masih belajar di rumah," ucap Yoris.

Yoris mengatakan, keuangan yayasan sangat berkembang pesat sejak dipegang oleh ibu serta adiknya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved