Breaking News:

Terkini Daerah

Update Kasus Pedofilia di Sumsel, Korban Bertambah Jadi 26 Santri, Ada yang Sudah 10 Kali Dilecehkan

Terungkap fakta baru kasus pedofilia yang dilakukan oknum pengajar di pondok pesantren di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), JN (22).

TribunSumsel.com/Shinta Dwi Anggraini
Tersangka JN, pengasuh Pondok Pesantren di Ogan Ilir diduga lecehkan belasan santri. 

TRIBUNWOW.COM - Terungkap fakta baru kasus pedofilia yang dilakukan oknum pengajar di pondok pesantren di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), JN (22).

Diberitakan sebelumnya, JN dikabarkan melecehkan 12 santri laki-laki di pondok pesantren tempatnya bekerja.

Namun, kini jumlah korban bertambah menjadi 26 anak laki-laki.

JN (22) oknum pengasuh dan pengajar di salah satu Ponpes di Ogan Ilir ditangkap anggota Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Sumsel karena diduga mencabuli belasan santri laki-laki, Rabu (15/9/2021).
JN (22) oknum pengasuh dan pengajar di salah satu Ponpes di Ogan Ilir ditangkap anggota Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Sumsel karena diduga mencabuli belasan santri laki-laki, Rabu (15/9/2021). (TribunSumsel.com/Shinta)

Baca juga: Alami Kelainan Seksual sejak 2020, Guru Pesantren Cabuli 12 Santri Laki-laki, Begini Pengakuannya

Baca juga: Aksi Pedofilia Pengajar di Pesantren Sumsel Terungkap, 12 Santri Laki-laki Jadi Korban

Dirkrimum Polda Sumsel, Kombes pol Hisar Siallagan mengatakan ada korban yang berkali-kali dilecehkan JN.

"Setelah kita mintai keterangan, tentunya dengan pendekatan persuasif kepada korban, diketahui bahwa dari 11 korban yang dilakukan sodomi oleh tersangka," terang Hisar, dikutip dari TribunSumsel.com, Kamis (16/9/2021).

"Ada yang mengalaminya sebanyak 1 kali, 2 kali, 6 kali bahkan ada yang 10 kali."

Hingga kini, penyidik masih membuka posko pengaduan untuk korban yang dilecehkan tersangka.

Kemungkinan jumlah korban masih terus bertambah.

Polisi juga akan berkoordinasi dengan psikolog untuk memeriksa kejiwaan tersangka.

"Pemeriksaan itu untuk mengetahui lebih mendalam terkait motif atau latar belakang perbuatan yang bersangkutan," jelasnya.

"Ke depan kita akan lihat kondisi anak ini, apabila memungkinkan akan dilakukan visum secara fisik."

Baca juga: 5 Tahun Dicabuli Ayah, Gadis di Bolmong Curhat Lamarannya Dibatalkan Pelaku: Saya Sangat Malu

Baca juga: Kakek 70 Tahun Cabuli Cucu Sahabatnya yang Masih di Bawah Umur, Aksinya Terbongkar karena Hal Ini

Pengakuan Tersangka

JN (22), guru pondok pesantren di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) mengakui telah mencabuli 12 santri laki-laki.

Dilansir TribunWow.com, ia bahkan mengakui nekat mencabuli belasan santri karena merasa penasaran.

Kepada polisi, JN mengaku memiliki kelainan seksual sejak 2020 lalu.

"Saya penasaran melakukan itu karena untuk memenuhi keinginan saya," ucap JN, dikutip dari Kompas.com, Rabu (15/9/2021).

"Semuanya (korban) laki-laki."

JN melakukan aksi bejat itu pertama kali pada Juni 2020 lalu.

Saat itu, ia mencabuli seorang murid.

Setelah aksi pertama, JN kembali melancarkan aksinya pada belasan murid lainnya.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved