Breaking News:

Virus Corona

Waspada saat Isolasi Mandiri, Studi Sebut Jarak 2 Meter Tidak Cukup untuk Hindari Penularan Covid-19

Selama ini, jarak yang disarankan adalah sekitar 6,5 kaki atau sekitar 2 meter, tetapi studi baru-baru ini mengungkap jika hal itu tidak cukup

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Mohamad Yoenus
TribunVideo/Radifan Setiawan
ILUSTRASI Virus Corona. Menjaga jarak 2 meter disebut tidak cukup untuk menghindari paparan Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri selalu dianjurkan untuk menjaga jarak dari anggota keluarga lainnya untuk menghidari penularan Covid-19. 

Selama ini, jarak yang disarankan adalah sekitar 6,5 kaki atau sekitar 2 meter, tetapi studi baru-baru ini mengungkap jika hal itu tidak cukup jika di dalam ruangan. 

Hal itu merupakan hasil kajian dari para peneliti di Departemen Teknik Arsitektur Penn State, Amerika Serikat.

Mereka menyebut jika jarak 2 meter mungkin tidak cukup untuk mencegah penularan aerosol di udara, terlebih dalam ventilasi yang buruk.

"Kami mulai mengeksplorasi transportasi udara partikel sarat virus yang dilepaskan dari orang yang terinfeksi di gedung-gedung," kata Gen Pei, penulis pertama dan mahasiswa doktoral di Penn State.

"Kami menyelidiki efek dari ventilasi gedung dan jarak fisik sebagai strategi pengendalian untuk paparan virus di udara di dalam ruangan."

Ada beberapa faktor yang dikaji dalam penelitian tersebut.

Baca juga: Selain karena Virus Corona di Paru-paru, Ini Hal yang Bisa Sebabkan Sesak Napas saat Isolasi Mandiri

Baca juga: Bisa Sebabkan Masalah Serius saat Isolasi Mandiri, Ini Ciri dan Penyebab Sesak Napas Covid-19

Seperti jumlah dan laju udara yang berventilasi melalui ruang, pola aliran udara dalam ruangan yang terkait dengan strategi ventilasi yang berbeda, dan mode emisi aerosol pernapasan ketika berbicara.

Mereka juga membandingkan pengangkutan gas pelacak, yang biasanya digunakan untuk menguji kebocoran dalam sistem kedap udara, dan aerosol pernapasan manusia dengan ukuran mulai dari satu hingga 10 mikrometer.

Aerosol dalam kisaran ini yang diketahui dapat membawa Virus Corona.

"Hasil penelitian kami mengungkapkan bahwa partikel bermuatan virus dari orang yang terinfeksi dan berbicara tanpa masker  dapat dengan cepat melakukan perjalanan ke zona pernapasan orang lain dalam satu menit, bahkan dengan jarak dua meter," kata Donghyun Rim, penulis korespondensi dan profesor teknik arsitektur.

Baca juga: Selain Vitamin C dan D, Ini 5 Vitamin-Mineral untuk Kekebalan Tubuh saat Isolasi Mandiri Covid-19

Tren ini terlihat di ruangan tanpa ventilasi yang cukup.

Ini menjelaskan mengapa pasien isolasi mandiri perlu dianjurkan berada di dalam rumah dengan ventilasi yang baik.

"Hasilnya menunjukkan bahwa jarak fisik saja tidak cukup untuk mencegah paparan aerosol yang dihembuskan oleh manusia dan harus diterapkan dengan strategi kontrol lain seperti masker dan ventilasi yang memadai."

Para peneliti menemukan bahwa aerosol bergerak lebih jauh dan lebih cepat di ruangan dengan ventilasi terpusat di langit-langit.

Itu merupakan jenis ventilasi yang menggunakan mesin penghirup udara yang biasanya di pasang dilangit-langit

Di mana udara segar akan mengalir dari lantai dan mendorong udara lama ke lubang pembuangan di dekat langit-langit.

Ini adalah jenis sistem ventilasi yang dipasang di sebagian besar rumah tempat tinggal.

Ventilasi seperti itu dapat mengakibatkan konsentrasi aerosol virus pada zona pernapasan manusia tujuh kali lebih tinggi daripada sistem ventilasi mode campuran.

Banyak bangunan komersial menggunakan sistem mode campuran, yaitu menggunakan penghisap udara dan masih mengandalkan ventilasi alami seperti jendela.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved