Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Warga Afghanistan Jual Harta Benda akibat Krisis Uang Tunai, PBB Cari Dana Bantuan

Warga Afghanistan menjual barang dengan harga murah agar bisa membeli bahan makanan di tengah krisis uang tunai dan usaha PBB mencari dana bantuan.

Tayang:
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube/Al Jazeera English
Uang kertas Afghani, Afghanistan. Warga Afghanistan menjual barang dengan harga murah agar bisa membeli bahan makanan di tengah krisis uang tunai dan usaha PBB mencari dana bantuan. 

Sementara itu, PBB mengadakan konferensi bantuan kemanusiaan di Jenewa dalam upaya untuk mengumpulkan lebih dari Rp 8,5 triliun untuk Afghanistan pada Senin (13/9/2021) dilansir dari Reuters.

PBB memperingatkan krisis kemanusiaan yang terjadi di negara itu setelah pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban.

PBB juga menyatakan kemungkinan bertambahnya populasi yang bergantung pada bantuan setelah terjadi kekeringan dan kekurangan uang tunai hingga makanan.

Baca juga: Taliban Bolehkan Wanita di Afghanistan Belajar di Universitas, Ini Syaratnya

Baca juga: Taliban Larang Wanita Afghanistan Olahraga, Anggap sebagai Kegiatan Tidak Penting

Sekitar setengah dari populasi Afghanistan atau 18 juta orang telah bergntung pada bantuan bahkan sebelum ada konflik Taliban.

Namun, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan organisasinya sedang berjuang secara finansial.

"Saat ini PBB bahkan tidak mampu membayar gajinya kepada para pekerjanya sendiri," ungkap Antonio Guterres kepada wartawan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai badan PBB juga sedang berusaha menopang ratusan fasilitas kesehatan yang berisiko ditutup setelah para donor memutuskan mundur.

Sepertiga dari dana yang dicari akan digunakan oleh Program Pangan Dunia (WFP) PBB untuk bantuan makanan.

"Sekarang (kami) berpacu dengan waktu dan musim dingin (yang akan segera datang) untuk memberikan bantuan penyelamatan kepada orang-orang Afghanistan yang paling membutuhkan," kata wakil direktur regional WFP, Anthea Webb.

"Kami benar-benar memohon dan meminjam (dana) untuk menghindari stok makanan habis (di Afghanistan),” tambahnya.

WFP menemukan 93 persen dari 1.600 warga Afghanistan yang disurvei pada bulan Agustus dan September tidak mengonsumsi makanan yang cukup karena sulitnya akses ke uang tunai untuk membayar bahan makanan.

Selama 20 tahun terakhir, 40 persen dari pemasukan nasional Afghanistan berasal dari bantuan internasional, menurut Bank Dunia.

Para ahli juga telah memperingatkan Afghanistan sedang menuju bencana ekonomi dengan banyaknya negara yang menolak mengakui pemerintahan Taliban saat ini. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait Afghanistan lain

Halaman 2/2
Tags:
Konflik di AfghanistanAfghanistanPBBTalibanKabulBank DuniaAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved