Breaking News:

Terkini Internasional

Dirumorkan Telah Meninggal, Pemimpin Al Qaeda Muncul di Video Peringatan 20 Tahun Serangan 9/11 AS

Al-Qaeda mengunggah video baru peringatan 20 tahun serangan 9/11 dengan kemunculan Ayman al-Zawahiri, pemimpinnya yang dirumorkan sudah meninggal.

YouTube/WION
Pemimpin Al-Qaeda yang dirumorkan telah meninggal, Ayman al-Zawahiri. Al-Qaeda mengunggah video baru peringatan 20 tahun serangan 9/11 dengan kemunculan Ayman al-Zawahiri, pemimpinnya yang dirumorkan sudah meninggal pada Sabtu (11/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Pemimpin Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri muncul dalam sebuah video baru yang menandai peringatan 20 tahun serangan 11 September di Amerika Serikat (AS).

Padahal, beberapa bulan sebelumnya tersebar rumor yang mengatakan Ayman al-Zawahiri telah meninggal.

Dilansir dari Voice of America, kelompok intelijen, SITE yang berbasis di AS memantau situs-situs jihad dan mengatakan video itu dirilis pada Sabtu (11/9/2021).

Direktur SITE Intelligence Group, Rita Katz menulis di akun Twitternya tentang al-Zawahiri.
Direktur SITE Intelligence Group, Rita Katz menulis di akun Twitternya @Rita_Katz tentang al-Zawahiri. (YouTube/WION)

Baca juga: China Siap Jalin Komunikasi dengan Pemerintahan Baru Afghanistan Bentukan Taliban

Baca juga: Sosok Mohammad Hassan Akhund, Pimpinan Terbaru Afghanistan Pilihan Taliban

Ayman al-Zawahiri ditampilkan dalam video baru berdurasi 61 menit 37 detik yang diproduksi oleh Yayasan Media as-Sahab milik Al Qaeda.

Desas-desus kematiannya telah menyebar sejak akhir 2020.

Dikatakan al-Zawahiri telah meninggal karena sakit dan sejak itu tidak ada video atau bukti yang memperlihatkan dirinya masih hidup hingga kemunculan rekaman gambar Sabtu lalu.

Al-Zawahiri menjadi pemimpin Al Qaeda setelah pembunuhan Osama bin Laden pada 2011 di Abbottabad, Pakistan.

SITE mengatakan al-Zawahiri dalam videonya memuji serangan Al Qaeda, termasuk serangan yang menargetkan pasukan Rusia di Suriah pada Januari.

Dia juga mencatat penarikan militer AS dari Afghanistan setelah 20 tahun berperang.

Komentar yang diungkapkan oleh al-Zawahiri dalam videonya tidak selalu menunjukkan keterbaharuan.

Meskipun penarikan militer AS baru dilakukan tahun ini tetapi perjanjian atas itu sudah ditandatangani sejak Februari 2020.

Dalam videonya, al-Zawahiri juga tidak mengklarifikasi berita kematiannya.

Baca juga: 20 Tahun Tragedi 9/11, Joe Biden Ceritakan Kisah Haru Teman yang Kehilangan Putranya

Baca juga: Buntut Panjang Polemik Presiden Prancis, Al-Qaeda Disebut-sebut Tunggangi Gerakan Protes ke Macron

Dia menyebutkan serangan di pangkalan militer Rusia oleh Hurras al-Deen yang bersekutu dengan Al Qaeda di Suriah pada 1 Januari, dilansir dari The New York Post.

Sehingga, dia diprediksi masih hidup hingga saat itu, meskipun rumor kematiannya mulai beredar November 2020.

Al-Zawahiri juga tidak menyebutkan pengambilalihan Taliban atas Afghanistan dan ibu kota Kabul yang baru terjadi bulan lalu, SITE menambahkan.

"Namun, Zawahiri tidak menyebutkan kemenangan Taliban di Afghanistan, dan pembicaraannya tentang AS yang keluar dari Afghanistan bisa dikatakan (terjadi) pada Februari 2020 setelah Perjanjian Doha," kata direktur SITE, Rita Katz melalui Twitternya @Rita_Katz.

"Jadi, berita kematiannya bisa saja benar, meskipun jika demikian, itu terjadi di beberapa waktu sekitar Januari 2021 atau setelahnya,” tambahnya.

Tetapi, Rita Katz juga mengatakan bahwa tidak diketahui apakah al-Zawahiri benar sudah meninggal atau tidak.

Hal itu karena badan intelijen sampai sekarang tidak memberikan bukti atau penilaian yang kuat bahwa al-Zawahiri sudah tewas.

Sehingga kebenaran rumor yang beredar itu masih menimbulkan banyak pertanyaan. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkini internasional lain

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved