Terkini Internasional
20 Tahun Tragedi 9/11, Joe Biden Ceritakan Kisah Haru Teman yang Kehilangan Putranya
Joe Biden menyampaikan pesan dalam video memperingati 20 tahun peristiwa 11 September agar AS bisa bangkit kembali pada.
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM – Dalam video peringatan 20 tahun serangan teroris 11 September, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden menyampaikan pesan agar negara bisa bangkit lebih kuat dari peristiwa itu.
Biden juga berjanji untuk selalu memburu teroris anti-Amerika sampai kapan pun.
Melalui rekaman video yang dipublikasikan di akun Twitter resmi Gedung Putih @WhiteHouse pada Sabtu (11/9/2021), Biden mengakui jika persatuan menjadi pelajaran paling utama dari tragedi 11 September.

Baca juga: Sebut Biden Harus Minta Maaf, Donald Trump: Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan adalah Penghinaan
Baca juga: Joe Biden Tepati Janji, Amerika Serikat Resmi Tarik Lebih dari 100 Ribu Pasukannya di Afghanistan
“Pada saat yang peling rentan, dengan adanya tarikan dan dorongan dari berbagai hal yang membuat kita (menjadi) manusia, dan pertempuran untuk Amerika, persatuan adalah kekuatan terbesar kita,” kata Joe Biden.
Tragedi 11 September 2001 menjadi peristiwa yang mengubah AS.
Dikaitkan dengan Al-Qaeda, pembajakan empat pesawat komersial dilakukan dengan dua di antaranya menghantam gedung World Trace Center (WTC), sementara satu lainnya menghancurkan Pentagon, dilansir dari situs History.
Sementara, pesawat terakhir jatuh di lapangan dekat Shanksville, Pennsylvania.
Peristiwa yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden George W. Bush itu menewaskan 2.977 orang dan 19 korban lain sebagai pelaku penyerangan.
Korban luka dari serangan teror itu mencapai lebih dari 6 ribu orang.
Dalam videonya, Biden mengungkapkan pentingnya rasa saling percaya untuk membangun persatuan.
“Bersatu bukan berarti kita harus meyakini hal yang sama,” kata Joe Biden.
"Kita harus memiliki rasa hormat dan kepercayaan mendasar satu sama lain dan pada bangsa ini,” tambahnya.
Dalam video itu, Biden juga sempat menceritakan pengalaman seorang teman yang kehilangan putranya di Menara kembar WTC saat serangan teroris terjadi.
Isu terkait kebencian atas masyarakat Muslim di AS yang meningkat pasca peristiwa itu juga disinggung oleh Biden.
Dia mengungkapkan hal itu sebagai halangan dalam persatuan nasional dan menjadi sisi gelap sifat manusia yang seharusnya dapat diatasi oleh warga AS sendiri, melalui peningkatan rasa persatuan.
Baca juga: Soal Bom Bunuh Diri di Kabul, Trump Caci Biden Sebut Telanjur Ambil Keputusan Paling Konyol
Baca juga: Ledakan Dekat Bandara Kabul Tewaskan 60 Warga Afghanistan dan 13 Tentara AS, Joe Biden Bereaksi