Breaking News:

Kebakaran di Lapas Tangerang

Tak Setuju Yasonna Laoly Didesak Mundur setelah Kabakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Ini Alasan DPR

DPR merespons desakan masyarakat yang menuntut pengunduran Yasonna Laoly dari jabatanya sebagai Menteri Hukum dan HAM (Menkumham).

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube Harian Kompas
Yasonna Laoly saat konferensi pers di Lapas Kelas 1 Tangerang, Rabu (8/9/2021). Yasonna Laoly didesak mundur dari jabatannya sebagai Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) setelah insiden kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Senin (13/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Buntut insiden kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, muncul desakan masyarakat agar Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengundurkan diri dari jabatannya.

Tak sedikit yang menganggap Yasonna sebagai menteri harus bertanggung jawab atas musibah yang menewaskan 44 korban jiwa tersebut.

Terkait hal itu, Anggota Komis III DPR-RI Fraksi PPP Arsul Sani menanggapi desakan dari masyarkat terkait tututan mundurnya Yasonna.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten terbakar pada Rabu (8/9/2021) dini hari. Akibat kebakaran yang terjadi selama dua jam lebih itu, sedikitnya 41 orang tewas. Begini kondisi lapas setelah alami kebakaran hebat selama 2 jam lebih.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten terbakar pada Rabu (8/9/2021) dini hari. Akibat kebakaran yang terjadi selama dua jam lebih itu, sedikitnya 41 orang tewas. Begini kondisi lapas setelah alami kebakaran hebat selama 2 jam lebih. (Tribunnews.com/Istimewa)

Baca juga: Ramai Diminta Mundur seusai Insiden Kebakaran Lapas Tangerang, Yasonna Laoly: Sah-sah Saja, Silakan

Ia menilai, aspirasi tersebut tersebut memang wajar dan sah-sah saja di negara demokrasi.

"Saya kira dalam hal demokrasi ya biasa saja kalau ada masyarakat yang menuntut seperti itu," ungkap Arsul dikutip TribunWow.com dari Kompastv, Senin (13/9/2021).

Kendati demikian, Asrul sebagai Anggota DPR menilai bahwa tututan tersebut tampaknya kurang tepat.

Pasalnya, hal itu dianggap bukan solusi dari pokok permasalahan.

"Apakah kalau Pak Menterinya mundur, kemudian masalahnya terselesaikan?" tanyanya.

"Kami lebih fokus pada, bagaimana Pak Menteri bisa menjanjikan kepada kita semua, termasuk kepada kami yang memiliki fungsi representasi di Senayan itu, agar kejadian semacam itu tidak terulang," tambahnya.

Baca juga: Kalapas Kelas 1 Tangerang dan 14 Anak Buahnya akan Diperiksa Jadi Saksi, Polisi: Akan Ada Tersangka

Baca juga: Media Asing Soroti Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Singgung Kondisi Lapas yang Over Kapasitas

Berkaca pada musibah yang sudah terjadi, Asrul menegaskan bahwa hal yang lebih penting adalah diperlukannya reformasi perbaikan sistem Lapas.

Ia juga memastikan, DPR tidak meminta Yasonna Laoly untuk mundur dari jabatannya sebagai Menkumham.

"Itu sebagai suara elemen mayarakat sipil boleh saja, tetapi posisi kami sebagai representasi, perwakilan dari masyarkat di Senayan saya kira itu tidak menjadi tuntutan kami," pungkasnya.

Sebelumnyam tragedi kebakaran Lapas Kelas I Tangerang blok C pada Rabu (8/9/2021), sedikitnya menewaskan 44 orang dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Kasus tersebut kini tengah diselidiki oleh Polda Metro Jaya guna mengetahui penyebab pasti dan siapa yang akan dijadikan tersangka.

Baca juga: Ada Napi Buat Status hingga VC Keluarga sebelum Lapas Tengerang Terbakar, Bebas Pakai HP di Penjara?

Yasonna Laoly Pasrah

Terkait desakan mundur dari jabatan, Yasonna mengaku memasrahkannya pada presiden.

Kini, ia hanya fokus menyelesaikan kasus terbakarnya Lapas 1 Tangerang.

"Kami tidak memikirkan hal itu, itu urusan pimpinan, yang kami pikirkan sekarang (bagaimana cara) kami menyelesaikan persoalan ini secepat mungkin," ucap Yasonna.

Ia bahkan sudah memaklumi adanya desakan tersebut.

Yasonna mengaku tak terganggu meski terus diminta mundur dari jabatannya.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved