Breaking News:

Virus Corona

Mengenal Terapi Antibodi Monoklonal bagi Penderita Covid-19, Apa Bisa untuk Pasien Isolasi Mandiri?

Antibodi monoklonal juga bisa digunakan untuk pasien Covid-19 dan sedang diusulkan untuk digunakan di Indonesia. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
PELATIHANRUMAHSAKIT.COM
Ilustrasi terapi antibodi monoklonal. Antibodi monoklonal disebut efektif untuk gejala ringan Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Antibodi monoklonal adalah protein yang diproduksi di laboratorium yang berfungsi seperti antibodi yang dibuat oleh sistem kekebalan sebagai respons terhadap infeksi.

Terapi ini juga bisa digunakan untuk pasien Covid-19 dan sedang diusulkan untuk digunakan di Indonesia. 

Dilansir dari Kompas.com, di Indonesia, terapi ini telah mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan POM untuk diimpor dan dihadirkan di Indonesia.

Baca juga: Ini Obat dan Suplemen untuk Pasien Covid-19 Gejala Ringan dan OTG yang Isolasi Mandiri

Baca juga: Cegah Keparahan akibat Badai Sitokin, Ini yang Perlu Dilakukan saat Isolasi Mandiri Covid-9

Terapi antibodi monoklonal yang mendapat izin BPOM adalah dengan merek dagang Regkirona yang izin ekslusif pemasarannya di Indonesia dipegang oleh perusahaan farmasi Dexa Group.

Selain itu, terapi ini juga telah dimasukkan ke dalam Surat Usulan Revisi Protokol Tatalaksana Covid-19 tertanggal 14 Juli 2021 oleh sejumlah perhimpunan profesi dokter Indonesia.

Mengutip Healthline, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), menyebut pengobatan eksperimental ini menggunakan protein buatan laboratorium yang meniru kemampuan sistem kekebalan untuk melawan antigen berbahaya seperti virus SARS-CoV-2.

Ini sangat berguna untuk orang dengan sistem kekebalan yang lemah yang mungkin tidak menghasilkan respons yang kuat terhadap vaksin Covid-19.

Terlebih untuk orang yang berisiko tinggi terkena penyakit parah jika terinfeksi Covid-19.

Antibodi monoklonal ini dipercaya dapat mulai membersihkan Virus Corona dalam beberapa jam setelah dimasukkan secara intravena (IV) ke dalam tubuh.

Tetapi perawatan ini mungkin tidak berhasil untuk semua orang.

Baca juga: Tips Isolasi Mandiri Covid-19: Konsumsi Vitamin B Disebut Bisa Cegah Badai Sitokin Pembekuan Darah

Itu sebabnya para ahli merekomendasikan agar orang tetap mendapatkan vaksinasi Covid-19 lengkap, yang diketahui dapat mencegah penyakit parah dan rawat inap karena penyakit tersebut.

"Dengan Covid-19, kami melihat orang-orang yang memiliki respons antibodi yang baik terhadap virus dan memilih antibodi terbaik yang mereka buat,” kata Robert Carnahan, PhD, direktur asosiasi Vanderbilt Vaccine Center di Tennessee.

Penelitian menunjukkan bahwa antibodi monoklonal tertentu dapat mengurangi risiko rawat inap dan kematian pada orang dengan Covid-19 tanpa gejala atau ringan.

Para ilmuwan juga sedang mendalami terkait apakah perawatan ini dapat mengurangi risiko seseorang dengan Covid-19 menularkan virus ke orang lain di rumah mereka.

Karena itu, siapapun yang menerima terapi ini juga tidak menghindarkan mereka dari kewajiban untuk menjalani isolasi.

Semua antibodi monoklonal yang diizinkan di Amerika Serikat menerima persetujuan darurat untuk pengobatan Covid-19 ringan hingga sedang. 

Semuanya juga bisa diberikan pada orang berusia 12 tahun atau lebih yang dites positif  Covid-19 dan berisiko tinggi terkena sakit yang parah.

Dikatakan juga terapi ini akan lebih efektif digunakan sejak awal ketika terkonfirmasi positif Covid-19

Pada pasien berisiko tinggi, menerima pengobatan lebih awal, ketika gejalanya kurang parah, dapat membantu mencegah perkembangan penyakit yang seharusnya memerlukan rawat inap.

Ini termasuk orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah, orang dewasa yang lebih tua, orang hamil, dan mereka yang mengalami obesitas, diabetes, atau penyakit kronis lainnya.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved