Breaking News:

Virus Corona

Kabut Otak Bisa Terjadi seusai Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali 6 Suplemen untuk Kesehatan Otak

Kabut otak merupakan fenomena yang bisa terjadi pada pasien Covid-19 dan biasanya ditemukan setelah masa isolasi mandiri selesai. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
Stylecraze
Ilustrasi suplemen omega-3. Asam lemak omega-3 dipercaya baik untuk kesehatan otak. 

Sebuah studi dari Januari 2021 menemukan peningkatan kadar sitokin inflamasi dalam cairan yang mengelilingi otak orang beberapa minggu setelah infeksi Covid-19, yang berarti virus pernah berada di sana.

Meski membutuhkan waktu lama, kabut otak biasanya akan sembuh dan pasien bisa hidup dengan normal. 

Tetapi ada beberapa suplemen yang dipercaya bisa membantu mengatasi kabut otak, yaitu:

1. Vitamin D

Vitamin D adalah nutrisi yang larut dalam lemak yang diperlukan untuk fungsi sistem kekebalan tubuh, kesehatan otak, dan banyak lagi.

Memiliki kadar vitamin D yang rendah atau kurang dapat berdampak negatif pada kesehatan kognitif dan berkontribusi pada gejala kabut otak.

Orang dengan depresi juga dikaitkan dengan kekurangan beberapa nutrisi, termasuk vitamin D

2. Omega-3

Asam lemak omega-3 terkenal karena efek kesehatannya yang mengesankan.

Suplemen omega-3 terkonsentrasi juga telah dipercaya dan banyak digunakan untuk kesehatan otak dan memperbaiki gejala kabut otak tertentu, termasuk kesulitan dengan perhatian dan memori.

Studi menunjukkan bahwa suplemen dengan asam lemak omega-3 asam eicosapentaenoic (EPA) dan asam docosahexaenoic (DHA) dapat mendukung kesehatan otak, termasuk memori, perhatian, dan suasana hati.

3. Magnesium

Magnesium adalah mineral penting yang terkonsentrasi dalam makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan bayam.

Ini diperlukan untuk banyak fungsi tubuh yang penting, seperti reaksi enzimatik, produksi energi, fungsi saraf, dan pengaturan tekanan darah.

Banyak orang tidak mendapatkan cukup magnesium dalam makanan mereka, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan otak dan menyebabkan gejala kabut otak seperti kesulitan berkonsentrasi.

Halaman
123
Tags:
Virus Coronaisolasi mandiriIsomanKabut OtakKesehatan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved