Breaking News:

Virus Corona

Bantu Lawan Badai Sitokin, Konsumsi Omega-3 saat Isolasi Mandiri Covid-19 Juga Banyak Manfaat

Studi awal di Amerika Serikat menunjukkan kaitan positif antara omega-3 dan badai sitokin.

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Mohamad Yoenus
Stylecraze
Ilustrasi asam lemak omega-3. Omega-3 telah dikaitkan dengan risiko keparahan pada pasien Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Institut Fatty Acid Research, bekerja sama dengan Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles, Amerika Serikat mempublikasi pilot studi yang menunjukkan kaitan positif antara omega-3 dan badai sitokin. 

Tingkat omega-3 yang tinggi juga telah dihubungkan dengan berkurangnya risiko kematian pasien Covid-19 di rumah sakit. 

Penelitian ini melibatkan 100 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Waspada saat Isolasi Mandiri, Kenali Beberapa Tanda Covid-19 Mulai Menyerang Jantung

Baca juga: Selain Vitamin, Protein juga Penting saat Isolasi Mandiri, Kenali Perannya untuk Pemulihan Covid-19

Sampel darah mereka dianalisis untuk kadar omega-3, dan dikelompokkan menjadi empat kelompok berdasarkan tingkatan Indeks Omega-3.

Hasilnya, kelompok yang memiliki omega-3 tertinggi memiliki kemungkinan 75 persen lebih kecil untuk meninggal dibandingkan mereka yang berada di kelompok nomor tiga.

Itu artinya risiko kematian bisa lebih rendah lagi jika dibandingkan dengan urutan terbawah.

“Meskipun tidak memenuhi ambang batas signifikansi statistik standar, studi percontohan ini sangat menunjukkan bahwa asam lemak laut yang tersedia dalam bentuk suplemen ini dapat membantu mengurangi risiko keparahan Covid-19," kata Arash Asher, MD, penulis utama studi ini, dikutip dari Nutritional Outlook.

Tetapi studi yang lebih besar jelas dibutuhkan untuk mengonfirmasi temuan ini. 

Diduga, penurunan risiko kematian karena omega-3 disebabkan oleh efeknya yang bisa melawan badai sitokin.

Baca juga: Waspada saat Isolasi Mandiri, Kenali Beberapa Tanda Covid-19 Mulai Menyerang Jantung

Itu karena asam lemak omega-3 mengandung ALA (alpha-linolenic acid), DHA (docosahexaenoic acid), dan EPA (eicosapentaenoic acid)

Senyawa dari DHA dan EPA inilah yang disebut-sebut memiliki sifat antiinflamasi yang bagus, dan efektif dalam meredam peradangan. 

“Peradangan yang berlebihan respons, yang disebut sebagai badai sitokin, adalah penyebab mendasar dari penyakit Covid-19 yang parah," jelasnya.

"Asam lemak omega-3 (DHA dan EPA) memiliki aktivitas anti-inflamasi yang kuat, dan studi percontohan ini memberikan bukti sugestif bahwa asam lemak ini dapat meredam badai sitokin Covid-19."

Dalam penelitian sebelumnya, suplementasi omega-3 atau diet omega-3 juga disejajarkan dengan berbagai jenis nutrisi lain yang disebut-sebut bisa menurunkan risiko Covid-19. 

Seperti vitamin D, vitamin C, probiotik, dan Zinc, yang kini juga dianjurkan dikonsumsi pada pasien yang menjalani isolasi mandiri.

Penelitian ini dipublikasi pada 19 April di jurnal BMJ Nutrition, Prevention and Health.

"Ini menarik karena ini adalah beberapa data skala besar pertama yang tersedia tentang penggunaan suplemen dan risiko Covid-19 dan memberikan titik awal yang baik untuk penelitian lebih lanjut. , kata Cristina Menni, PhD, seorang peneliti di Kings College London, Inggris, dikutip dari Everyday Health.

Dalam penelitiannya mereka melakukan observasi data termasuk laporan diri dari 45.757 orang Amerika antara Mei hingga Juni 2020.

Hasilnya, orang yang mengonsumsi omega-3 dikatakan memiliki penurunan risiko sebesar 21 persen.

Itu lebih tinggi dibanding probiotik dan berbeda 3 persen dibanding penurunan risiko orang yang rutin mengonsumsi vitamin D. 

“Ini mungkin studi terbesar hingga saat ini yang melihat Covid-19 dan penggunaan suplemen dalam kehidupan nyata.”

Penelitian ini merupakan studi observasional dan bukan uji klinis.

Sehingga mereka tidak dapat membuat rekomendasi yang kuat berdasarkan data yang telah dimilikinya. 

Ikan berlemak seperti salmon, mackerel, tuna segar, trout, sarden, dan herring merupakan jenis ikan yang kaya dengan omega-3.

Asam lemak omega 3 juga bisa didapat dari sumber makanan seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.

Daftar manfaat yang ditawarkan nutrisi penting ini juga beragam.

Selain memiliki sifat anti-inflamasi, omega-3 juga memiliki efek anti-pembekuan darah yang juga bisa terjadi pada pasien Covid-19.

Efek anti-pembekuan darahnya juga sekaligus membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

Selama ini omega-3 dikenal baik untuk pertumbuhan otak terutama pada anak-anak dan ibu hamil.

Sebenarnya, omega-3 juga bisa membantu menjaga mobilitas sendi, produksi hormon, fungsi genetik, dan kesehatan mata.

Pada perkembangan bayi ini juga bagus untuk otak, kekebalan, dan sistem saraf. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Isolasi Mandiri Lainnya

Tags:
Badai SitokinOmega 3isolasi mandiriCovidAmerika Serikat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved