Terkini Internasional
Sri Lanka Bantu Penyelidikan Penikaman di Selandia Baru, Ibu Pelaku: Dia Dicuci Otak oleh Tetangga
Sri Lanka membantu Selandia Baru dalam penyelidikan kasus penikaman oleh Samsudeen. Ibu pelaku mengatakan Samsudeen dicuci otak oleh tetangganya.
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM – Sri Lanka menyatakan ketersediaannya untuk bekerja sama dalam penyelidikan yang dilakukan Selandia baru atas penikaman di Mal New Lynn, Auckland pada Sabtu (4/9/2021).
Kepolisian Sri Lanka melakukan penyelidikan dengan mewawancarai saudara laki-laki pelaku.
Penyerang diketahui bernama Ahamed Aathil Mohamed Samsudeen, seorang warga negara Sri Lanka berusia 32 tahun.

Baca juga: Selandia Baru Perketat Undang-Undang Antiteror Pasca-penikaman oleh Ekstremis di Mal Auckland
Baca juga: Polisi Selandia Baru Tembak Mati Penyerang Terduga Teroris di Mal, Pelaku Diduga Terinspirasi ISIS
Dikutip dari The Straits News, Sri Lanka memuji respons cepat pihak berwenang di Selandia Baru dalam menangani penikaman oleh Samsudeen itu pada Jumat lalu.
"Sri Lanka mengutuk kekerasan yang tidak masuk akal ini dan siap untuk bekerja sama dengan pihak berwenang Selandia Baru dengan cara apa pun yang diperlukan," kata juru bicara kementerian luar negeri, Kohularangan Ratnasingam.
Samsudeen dikatakan tidak pernah mengunjungi Sri Lanka dalam waktu dekat ini.
"Kami mengumpulkan informasi tentang dia serta siapa pun yang mungkin memiliki kontak dengannya," kata seorang pejabat tinggi polisi Sri Lanka.
Di sisi lain, ibu Samsudeen mengatakan putranya telah "dicuci otak" oleh tetangga yang dikatakan berasal dari Suriah dan Irak.
"Kami tahu ada perubahan dalam dirinya," katanya kepada Hiru TV, dilansir dari AFP.
Dia mengatakan Samsudeen sempat terpuruk di tahun 2016 dan tetangganya mengambil kesempatan untuk mempengaruhinya.
Keterangan lebih lanjut terkait identitas tetangga Samsudeen tidak diberikan.
Samsudeen dikatakan mulai memposting paham radikal di sosial media setelah mengenal tetangganya itu.
"Tetangga dari Suriah dan Irak adalah orang-orang yang mencuci otaknya," kata ibu Samsudeen.
Keluarga mengaku Samsudeen mulai berubah setelah meninggalkan Sri Lanka dan menetap di Selandia Baru pada 2011.
Baca juga: Kasus Baru Turun Jadi 20 di Selandia Baru, Kebijakan Lockdown Sukses Perlambat Penyebaran Covid-19
Baca juga: Selandia Baru Kaitkan Kasus Kematian Seorang Wanita setelah Divaksin dengan Suntikan Pfizer
Kepolisian Sri Lanka mengatakan Samsudeen lahir di Kattankudy dan dibesarkan di Kolombo.