Breaking News:

Virus Corona

Kasus Baru Turun Jadi 20 di Selandia Baru, Kebijakan Lockdown Sukses Perlambat Penyebaran Covid-19

Selandia Baru turunkan angka kasus harian dengan hanya 20 kasus baru setelah lockdown di Auckland dan pemeriksaan akan dilakukan di perbatasan.

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube/1 News
Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru, Dr Ashley Bloomfield dalam konferensi pers terkait wabah Covid-19 di Selandia Baru pada Minggu (5/9/2021). Saat ini, Selandia Baru mengumumkan 20 kasus baru yang menandai keberhasilan kebijakan lockdown untuk menurunkan penyebaran virus pada Minggu (5/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Penurunan jumlah infeksi kasus Covid-19 terjadi di Selandia Baru yang melaporkan 20 kasus baru, setelah memberlakukan kebijakan lockdown di Auckland dan pelonggaran di beberapa wilayah lain pada Minggu (5/9/2021) pagi.

Penurunan itu dirasa signifikan dari jumlah tertinggi kasus harian di Selandia Baru yang sempat mencapai 80 kasus baru pada minggu lalu.

Dilansir dari Channel News Asia, semua kasus baru berasal dari kota terbesar di Selandia Baru, Auckland yang memang menjadi pusat persebaran Covid-19 di negara itu.

Wakil Perdana Menteri Grant Robertson dalam konferensi pers terkait wabah Covid-19 di Selandia Baru pada Minggu (5/9/2021).
Wakil Perdana Menteri Grant Robertson dalam konferensi pers terkait wabah Covid-19 di Selandia Baru pada Minggu (5/9/2021). (YouTube/1 News)

Baca juga: Selandia Baru Kaitkan Kasus Kematian Seorang Wanita setelah Divaksin dengan Suntikan Pfizer

Baca juga: Selandia Baru Telah Selesaikan Kasus Covid-19 Terakhirnya, Siap Cabut Lockdown pada Selasa

"Penurunan jumlah yang berkelanjutan membuktikan bahwa penguncian level 4 di Auckland dan langkah-langkah kesehatan masyarakat kami dengan cepat memperlambat penyebaran virus,” ungkap Direktur Jenderal Kesehatan, Dr Ashley Bloomfield dalam konferensi pers pada Minggu (5/9/2021).

“Namun (itu) belum selesai dan kami harus tetap ekstra waspada," tambahnya.

Sekitar 1,7 juta orang di Auckland telah berada pada fase lockdown ketat level 4 sejak pertengahan Agustus.

Pembatasan telah dilonggarkan di beberapa wilayah lain, tetapi sekolah, kantor, restoran, dan semua tempat umum tetap tutup.

Ashley Bloomfield juga menyatakan akan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang bepergian dari wilayah Auckland, dikutip dari New Zealand Herald pada Minggu (5/9/2021).

Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak ada kebocoran yang dapat memicu kasus infeksi Covid-19 baru.

Baca juga: Polisi Selandia Baru Tembak Mati Penyerang Terduga Teroris di Mal, Pelaku Diduga Terinspirasi ISIS

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat di Victoria Australia saat Penerapan Perpanjangan Lockdown

Namun, pemeriksaan itu tidak akan dilakukan dalam jangka waktu panjang.

"Ini bukan (hanya) pengujian di perbatasan, tetapi pengawasan terhadap orang-orang yang melintasi perbatasan," kata Bloomfield.

Wakil Perdana Menteri Grant Robertson menegaskan perlunya sikap tetap waspada meskipun ada penurunan kasus harian.

Robertson mendesak orang-orang untuk melakukan tes Covid-19 jika melakukan kontak ataupun merasakan gejala.

"Dengan Delta, tidak ada ruang untuk berpuas diri. Mari selesaikan pekerjaan. Kita harus melakukan ini sekali dan kita harus melakukannya dengan benar," kata Robertson.

Di sisi lain, pemerintah akan meninjau kebijakan pembatasan nasional lebih lanjut pada Senin dalam pertemuan kabinet.

Auckland akan tetap lockdown hingga setidaknya 13 September.

Selandia Baru telah mengkonfirmasi 3.412 kasus Covid-19 dan 27 kematian terkait. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait Selandia Baru lainnya

Tags:
Virus CoronaCovid-19Selandia Baru
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved