Terkini Internasional
Kepolisian Malaysia dan Australia Tangkap Buronan Pedofilia Paling Dicari Dunia, Begini Kronologinya
Seorang pedofil paling dicari di dunia berhasil ditangkap di Sarawak dan dipenjara 18 tahun dalam kerja sama kepolisian Australia dan Malaysia.
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM – Seorang pedofil paling dicari di dunia berhasil ditangkap di Sarawak dan dipenjara 18 tahun dalam upaya kerja sama yang dilakukan kepolisian Australia dan Malaysia.
Penangkapan Alladin Lanim yang berusia 40 tahun itu awalnya berasal dari laporan polisi internal multinasional pada tahun 2019, dilansir dari laporan Sydney Morning Herald pada Minggu (5/9/2021).
Alladin Lanim didaftarkan secara online sebagai 1 dari 10 besar pelaku eksploitasi anak di dunia yang paling dicari oleh penegak hukum global.
Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat di Victoria Australia saat Penerapan Perpanjangan Lockdown
Baca juga: Fakta Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Digital akan Jadi Syarat Masuk ke Malaysia
Alladin Lanim diketahui telah beroperasi tanpa terdeteksi selama 14 tahun di Sarawak dan mengunggah foto serta video eksploitasinya terhadap anak-anak dengan rentang usia dua sampai 16 tahun di dark web.
Menurut pihak berwenang, hal itu telah dilakukan sejak 2007.
Alladin dikaitkan dengan lebih dari seribu gambar serta video yang memperlihatkan kekerasan seksual yang dilakukannya terhadap anak di bawah umur.
"Dia sangat produktif dan (memiliki) begitu banyak korban, itu sebabnya dia menjadi prioritas utama," kata Sersan Detektif Daniel Burnicle, pejabat senior Australian Federal Police (AFP) di Kuala Lumpur.
Penangkapan Alladin dilakukan melalui upaya otoritas Australia yang terdiri dari penyelidik khusus dari AFP, Kepolisian Queensland serta Australian Transactions Reports and Analysis Centre (AUSTRAC).
Kemajuan dalam penyelidikan terkait Alladin mulai terjadi pada Agustus 2020.
Para ahli di unit identifikasi korban Australian Centre to Counter Child Exploitation menemukan gambar media sosial dari pria yang mereka curigai sebagai buronan yang dicari.
Gambar itu kemudian dikirim ke penyelidik dari Kepolisian Kerajaan Malaysia, Kementerian Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat dan petugas AFP yang berbasis di Kuala Lumpur untuk mencari tahu nama pria itu.
Baca juga: Singapura Beri 500 Ribu Dosis Vaksin Pfizer dalam Kesepakatan dengan Australia
Baca juga: Malaysia Mulai Vaksinasi Remaja di Bawah 18 Tahun Minggu Depan, Sekolah akan Segera Dibuka
Namun, sangat sulit untuk menemukan identitas dan lokasi pelaku yang menggunakan dark web.
Sebuah tim di AUSTRAC kemudian menemukan gambar yang sama dengan yang telah ditemukan beberapa bulan sebelumnya dengan informasi identitas terlampir.
Hal itu membawa kemajuan besar dalam proses pencarian dan penyelidikan.
Pada bulan Juli, penyelidik Australia berhasil membantu pihak berwenang Malaysia untuk melacak lokasi Alladin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi-pedofilia_20170317_135541.jpg)