Breaking News:

Terkini Internasional

Fakta Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Digital akan Jadi Syarat Masuk ke Malaysia

Malaysia akan mewajibkan setiap orang yang masuk ke negaranya untuk memiliki sertifikat vaksinasi digital.

YouTube/The Star
Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia, Dato' Seri Dr Adham Baba seusai melakukan kunjungan kerja ke pusat vaksinasi Austin International Convention Center pada Minggu (5/9/2021). Malaysia wajibkan setiap orang yang masuk ke negara untuk memiliki sertifikat vaksin digital. 

TRIBUNWOW.COM – Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia, Dato' Seri Dr Adham Baba mengatakan setiap individu perlu membawa dokumen atau sertifikat vaksinasi digital untuk bisa masuk ke Malaysia pada Sabtu (5/9/2021)

Dikutip dari Malay Mail padaSabtu (5/9/2021)  peraturan itu juga berlaku bagi masyarakat luar negeri ataupun warga Malaysia yang telah menerima dua dosis vaksin Covid-19 di luar negeri.

Mereka diwajibkan mendatangi Dinas Kesehatan Kabupaten (PKD) terdekat untuk verifikasi dan validasi data guna mendapatkan sertifikat vaksinasi digital pada aplikasi MySejahtera.

Dato' Sri Dr. Adham Baba dalam konferensi pers pada Senin (15/3/2021).
Dato' Sri Dr. Adham Baba dalam konferensi pers pada Senin (15/3/2021). (YouTube/The Star)

Baca juga: Malaysia Mulai Vaksinasi Remaja di Bawah 18 Tahun Minggu Depan, Sekolah akan Segera Dibuka

Baca juga: Malaysia Laporkan Lebih dari 20 Ribu Kasus Covid-19 Baru, ICU Rumah Sakit Diisi 90 Persen Kapasitas

Sertifikat itu digunakan sebagai bukti bahwa orang tersebut telah memperoleh vaksin di luar negeri sekaligus menilai keaslian jenis vaksin yang diterima.

“Setelah mendapat konfirmasi dari PKD, Departemen Kesehatan Negara akan mengirimkan (informasi dan data) ke Crisis Preparedness and Response Center (CPRC) di Putrajaya,” kata Dato' Seri Dr Adham Baba seusai melakukan kunjungan kerja ke pusat vaksinasi Austin International Convention Center pada Minggu (5/9/2021).

“(Nantinya) pusat akan menginformasikan MySejahtera untuk memperbarui dan mengeluarkan sertifikat digital di aplikasi,” tambahnya.

Dilansir dari The Star, sertifikasi vaksin Covid-19 dari luar negeri di aplikasi MySejahtera merupakan satu di antara cara untuk memudahkan proses contact-tracing.

“Terlepas dari apakah mereka orang Malaysia atau orang asing, yang penting kami ingin memastikan apakah sertifikat vaksinasi yang diberikan di luar negeri itu asli atau tidak dan agar kami tahu jenis vaksin yang mereka terima,” katanya.

Sertifikasi vaksin itu akan diperiksa oleh petugas kesehatan di gerbang internasional Malaysia bagi mereka yang ingin memasuki wilayah negara untuk kepentingan ekonomi.

Kebijakan itu juga berkaitan dengan rencana pembukaan kembali bisnis wisata dan perhotelan di Pulau Langkawi, Malaysia mulai 16 September mendatang.

Baca juga: Akan Belajar Hidup dengan Virus, Malaysia Rencanakan Peralihan Covid-19 ke Fase Endemik

Baca juga: PM Ismail Yaakob Tak Hadiri Pelantikan Kabinet Malaysia seusai Kontak Erat dengan Pasien Covid-19

Petugas kesehatan nantinya akan ditempatkan di titik masuk ke Pulau Langkawi.

"Kami juga akan menginformasikan kepada mereka tentang prosedur yang harus mereka ikuti selama mereka tinggal di Langkawi," tambahnya.

Sementara itu, Dato' Seri Dr Adham Baba menyatakan hingga kemarin sudah ada 36,1 juta dosis vaksin yang dibagikan di seluruh Malaysia.

Sebanyak 20,4 juta orang telah menerima dosis pertama dan 67,4 persen telah menyelesaikan kedua dosis vaksinasi Covid-19.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Malaysia, Khairy Jamaluddin menyatakan akan mulai program vaksinasi untuk remaja di bawah 18 tahun minggu depan pada Sabtu (4/9/2021).

Pemerintah Malaysia berencana untuk beralih dari pandemi Covid-19 ke fase endemik pada Oktober mendatang setelah tingkat vaksinasi mencapai 80 persen.

Kementerian kesehatan akan tetap mewajibkan penggunaan masker di Malaysia dan mempertimbangkan kebijakan pengujian nasional secara teratur nantinya.

Tes Covid-19 di Malaysia akan dibuat lebih mudah diakses dengan harga terjangkau.

Sekolah juga rencananya akan segera dibuka secara bertahap dimulai sejak Oktober nanti. (TribunWow.com/Alma Dyani P).

Berita terkait Malaysia lain

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved