Virus Corona
Bisa Jadi Masalah Kesehatan Serius Covid-19, Pahami Gejala Nyeri Dada saat Isolasi Mandisi
Satu di antara gejala serius yang menyerang pasien Covid-19 ialah nyeri dada. Tetapi ada beberapa hal yang bisa menyebabkan nyeri dada
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Satu di antara gejala serius yang menyerang pasien Covid-19 ialah nyeri dada.
Tetapi ada beberapa hal yang bisa menyebabkan nyeri dada, dan beberapa bukanlah merupakan masalah serius.
Dilansir dari situs ZOE COVID Symptom Study, diketahui jika kebanyakan nyeri dada pada pasien Covid-19 bisa hilang dengan cepat.
Baca juga: Kenali Gejala Tidak Khas dan Tanda Darurat pada Lansia Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri
Baca juga: Batuk Terus-menerus seusai Isolasi Mandiri Covid-19, Ini Kemungkinan Penyebab dan Cara Meredakannya
Pada kasus yang tidak parah, sejumlah pasien Covid-19 nyeri dada yang signifikan disebabkan oleh bernapas dalam, batuk, atau bersin.
Ini kemungkinan disebabkan oleh virus yang secara langsung mempengaruhi otot dan paru-paru mereka.
Meskipun relatif jarang, data di aplikasi ZOE, yang mencatat berbagai gejala pasien Covid-19 di Inggris menunjukkan bahwa nyeri dada terkadang dapat dikaitkan dengan risiko masalah kesehatan yang serius.
Terutama ketika nyeri dada terjadi bersamaan dengan kebingungan atau sesak napas.
Hal itu bisa menjadi tanda bahaya seperti serangan jantung atau emboli paru atau bekuan darah di paru-paru.
Dalam kasus yang lebih ringan, nyeri dada biasanya muncul bersamaan dengan sakit kepala dan kelelahan.
Untuk itu jika merasakan gejala tersebut dianjurkan untuk segera berkonsultasi kepada dokter penanggungjawab pasien.
Tidak jelas kapan nyeri dada mulai muncul saat terinfeksi Covid-19.
Baca juga: Risiko Pembekuan Darah pada Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri, Kenali Tanda dan Cara Mencegahnya
Mereka dapat muncul kapan saja selama infeksi dan juga telah dilaporkan sesekali terjadi pada orang yang mengalami long Covid.
Dan perlu diingat jika nyeri dada juga bisa muncul karena kecemasan atau serangan panik.
Kemudian, dianjurkan juga untuk tidak mengabaikan nyeri dada yang disebabkan oleh aktivitas fisik ketika isolasi mandiri, meski berkurang dengan istirahat.
Itu juga bisa menjadi tanda jika ada masalah di jantung atau paru-paru.