Virus Corona
Batuk Terus-menerus seusai Isolasi Mandiri Covid-19, Ini Kemungkinan Penyebab dan Cara Meredakannya
Beberapa pasien Covid-19 akan mengalami batuk berkepanjangan meski mereka sudah dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi mandiri
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Beberapa pasien Covid-19 akan mengalami batuk berkepanjangan meski mereka sudah dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi mandiri.
Selain ada masalah di paru-paru, ada berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab batuk terus-menerus pada penyintas Covid-19.
"Katanya 63,5 persen penyintas atau survivor ya yang selesai dari Covid itu akan mengalami sindrom pasca Covid," kata Prof. dr. Menaldi Rasmin, Sp.p(k), dalam diskusi di YouTube DRV Channel, Sabtu (21/8/2021).
Dia juga menjelaskan ada dua kemungkinan yang bisa menjadi penyebab long Covid.
Pertama, itu disebabkan ada gangguan organik, atau ada masalah kesehatan di dalam tubuh.
Kemudian, kemungkinan kedua adalah masalah kecemasan yang terjadi pada pasien.
"Jadi ada kekhawatiran itu yang kalaupun parunya menjadi bersih, atau saluran cernanya bersih, keluhan kadang-kadang tetep timbul," jelasnya.
Baca juga: Perlu Perhatian Khusus jika Terpapar Covid-19, Simak Syarat Isolasi Mandiri bagi Ibu Hamil
Baca juga: Risiko Pembekuan Darah pada Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri, Kenali Tanda dan Cara Mencegahnya
Ada beberapa keluhan yang biasanya dirasakan orang yang mengalami long Covid, yaitu kelelahan, batuk, sulit konsenterasi, sakit kepala, nyeri sendi, dan sesak napas.
Menurutnya, hal itu harus dimengerti juga oleh orang disekitarnya jika fenomena tersebut bisa benar-benar terjadi.
Justru penyintas yang mengalami masalah tersebut dikatakan membutuhkan dukungan lebih.
"Karena pada hakekatnya tidak ada yang salah dalam badannya, tetapi ketakutannya berbekas," jelasnya.
Baca juga: Baiknya Tidak Isolasi Mandiri, Pahami Risiko Keparahan Infeksi Covid-19 pada Pasien Obesitas
Kemudian, dia juga membahas masalah batuk terus menerus yang bahkan bisa berlangsung hingga berminggu-minggu.
Dia menganjurkan agar pasien memahami dengan benar apa yang sebenarnya terjadi di tubuhnya.
Hal itu bisa dilakukan dengan pemeriksaan atau berkonsultasi dengan dokter.
Masalah yang bisa menyebabkan batuk berkepanjangan pada penyintas Covid-19, satu di antaranya jika mereka memiliki asma.
"Sebelum dia kena Covid, dia punya asma enggak? Nah gara-gara Covid reaksi asmanya gampang keluar, batuk dia," ujarnya.
Jika demikian, obat yang digunakan adalah obat yang biasa digunakan oleh penderita asma.
Tetapi jika mereka tidak memiliki masalah asma, atau memiliki masalah kesehatan lainnya, dikatakan itu merupakan proses penyembuhan.
Karena proses penyembuhan pada setiap pasien Covid-19 juga berbeda.
"Kita lihat dulu ada kelainannya enggak, kalau ada kelainannya, kita lihat, apa kelainannya," kata dr. Menaldi.
Jika batuk disebabkan radang, dianjurkan mengonsumsi obat antiradang, dan jika tidak ada peradangan akan diberi obat penekan batuk.
Tetapi dia juga menyarankan melakukan olahraga dan fisioterapi untuk mengatasi batuk pada penyintas Covid-19.
"Jadi ada cara alamiah banyak sebetulnya untuk mengatasi itu, sebelum obat," katanya.
"Hal itu bisa dilakukan dari mulai memahami, mengerti, olahraga, fisioterapi sendiri, dan minum air hangat, mestinya sih bisa hilang."
Dia juga menganjurkan untuk tidak mengonsumsi obat keras sembarangan terutama obat antiradang.
Karena menurutnya itu bisa menekan sistem imun dan menyebabkan masalah lain seperti infeksi jamur.
"Awas jangan pakai antiradang tanpa diskusi dengan dokter, nanti salah," ujarnya.
Simak penjelasan lengkap terkait batuk pasca-Covid-19 di:
(Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)