Terkini Daerah
Jadi Miliarder Mendadak Hasil UGR Tol Yogya-Bawen, Warga Borong 3 Mobil hingga Belum Tentu Bahagia
Dapatkan miliaran rupiah hasil UGR Tol Yogya-Bawen, warga di Sleman memiliki reaksi beragam bahagia hingga ada yang justru bimbang.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Beberapa warga di Padukuhan Pundong Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati mendadak menjadi miliarder seusai menerima ganti rugi hasil proyek pembangunan tol Yogyakarta-Bawen.
Dukuh Pundong III Pekik Basuki menjelaskan, di dusunnya ada 45 bidang tanah dan 25 rumah warga yang terdampak proyek jalan tol.
Diketahui para warga memiliki caranya tersendiri untuk menghabiskan uang ganti rugi tersebut.
Baca juga: Pemiliknya Belum Bisa Nyetir, Belasan Mobil Warga Desa Miliarder Tuban Rusak, Ada yang Tabrak Garasi
Baca juga: Ternyata Koruptor, Bupati Budhi Sarwono Pernah Viral Mengeluh Gajinya Sedikit Hanya Rp 6 Juta
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, dan TribunJogja.com, berikut ini adalah cara sejumlah warga di Dusun Pundong menghabiskan uang ganti rugi proyek tol.
Pekik menjelaskan, uang ganti rugi yang diterima warga beragam, mulai dari Rp 5 miliar hingga Rp 12 miliar.
"Yang besarannya Rp 5 miliar banyak. Ada yang Rp 12 miliar itu tetangga saya, bangunannya banyak, ada kolam renangnya juga," ujar Pekik Basuki, Selasa (31/8/2021).
Bangun Rumah
Sumarsih selaku warga Pundong III bercerita, dirinya memilih menggunakan uang ganti rugi untuk membeli tanah dan bangun rumah.
"Ya kalau orang kampung dari tanah kembali ke tanah lagi, mobil itu ya orang-orang tertentu yang butuh. Dapatnya berapa, untuk beli tanah, membangun rumah," ucapnya.
Luas tanah milik Sumarsih yang terdampak seluas 650 meter persegi termasuk dua bangunan rumah.
"Kenanya 650 meter persegi, dua rumah habis semua. Berapa ya, ya miliaran (dapat uang ganti rugi), tapi tidak sampai Rp 3 miliar," tuturnya.
Borong 3 Mobil
Sementara itu, warga Dusun Pundong III Kalurahan Tirtoadi Sumianto (51) yang mendapatkan ganti rugi lahan hingga Rp 2 miliar.
Uang tersebut digunakan oleh Sumianto untuk membeli tanah, membayar kuliah, dan memborong tiga unit mobil yaitu Xpander, pikap Suzuki Carry, dan Honda Jazz.
"Usaha saya kan bengkel dan dekorasi, pandemi kan sepi. Ya sempat bingung mencari uang untuk biaya anak masuk kuliah. Ini pas cair saya gunakan untuk biaya sekolah," ujar Sumianto, Jumat (3/9/2021).