Terkini Nasional
Sempat Ogah Jokowi 3 Periode, Relawan JoMan Ingin Jabatan Presiden Diperpanjang: Beri Kesempatan
Ketua relawan Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer menyebut masa jabatan Presiden RI Joko Widodo harus diperpanjang supaya bisa kerja maksimal.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Wacana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) 3 periode sempat ramai dibicarakan dulu seusai berdirinya komunitas Jokowi-Prabowo (Jok-Pro) 2024.
Wacana presiden 3 periode mendapat pertentangan keras dari sejumlah pihak termasuk dari Relawan Jokowi Mania (JoMan).
Namun kini Ketua Umum Relawan JoMan, Immanuel Ebenezer justru ingin agar masa jabatan Jokowi diperpanjang.
Baca juga: Heran Qodari Ngotot Presiden 3 Periode, Ade Armando Sebut 3 Calon Potensial: Kenapa Harus Jokowi?
Baca juga: Soal Presiden 3 Periode, Relawan JoMan Curigai Orang di Sekitar Jokowi: Masih Haus Kekuasaan
Dikutip TribunWow.com dari WARTAKOTAlive.com, Immanuel ingin masa jabatan Presiden Jokowi diperpanjang dua atau tiga tahun.
Immanuel berdalih, kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan Jokowi tidak bisa bekerja maksimal untuk rakyat.
"Jadi durasi jabatan presiden ditambah selama 2 sampai 3 tahun bisa jadi solusi. Ini beda dengan wacana presiden 3 periode yang harus via pemilu," kata Immanuel dalam keterangan resminya, Kamis (2/9/2021).
Menurut penjelasan Immanuel, sisa masa jabatan Jokowi tidak akan cukup untuk melaksanakan kebijakan pro rakyat.
Immanuel mengatakan, perpanjangan masa jabatan Jokowi bisa terwujud lewat amendemen UUD 1945.
Adapun syarat untuk melakukan amendemen UUD 1945 harus diusulkan minimal oleh sepertiga jumlah anggota MPR atau 237 dari 711 anggota DPR dan DPD.
Noel meyakini syarat itu bukan perkara sulit bagi koalisi parpol Jokowi.
Tak Setuju 3 Periode karena Menyesatkan Jokowi
Pernyataan Immanuel tersebut berbanding terbalik dengan sikap awalnya dulu.
Sebelumnya diberitakan, Immanuel tidak setuju dengan usulan relawan JokPro 2024 M Qodari terkait presiden 3 periode.
Menurut Immanuel, sikap M Qodari justru menyesatkan Presiden Jokowi.
Hal itu disampaikan oleh Immanuel dalam acara Kompas Petang, Sabtu (19/6/2021).
Dalam acara itu, Immanuel tak setuju dengan pendapat M Qodari bahwa menyandingkan Jokowi maju di 2024 dengan Prabowo Subianto akan mengakhiri polarisasi di masyarakat.
"Enggak sesederhana itu melihat Indonesia ke depan Pak Qodari," kata Immanuel.
Ia juga menyebut apa yang disampaikan oleh M Qodari justru menyesatkan Presiden Jokowi.
"Menurut saya gagasan sesat atau gagasan menyesatkan Presiden Jokowi, sosok pemimpin yang hari ini menurut kita adalah pemimpin yang taat terhadap konstitusi, taat terhadap demokrasi," jelas Immanuel.
"Saya melihatnya, alasan yang disampaikan Qodari ini terlalu sederhana, ada korban dan sebagainya."
"Itu konsekuensi dan risiko yang harus diambil untuk menuju sebuah perubahan," lanjutnya.
Immanuel menyatakan sikap relawan JoMan tegas mengawal pernyataan Jokowi yang tidak setuju adanya presiden tiga periode.
"Pak Qodari jangan coba menyesatkan opini publik, ini bahaya, ini tidak mendidik sekali," kata Immanuel.
"Sebagai wacana enggak masalah, tapi ketika ini dipraktikkan ini bahaya sekali."
"Kekuasaan itu adalah candu," lanjut Immanuel.
Jokowi: Jangan Buat Gaduh
Sebelumnya Jokowi telah menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode.
Bahkan Jokowi sendiri mengaku tidak berminat maju lagi di pemilihan presiden edisi mendatang.
Hal itu disampaikannya dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Senin (15/3/2021).
Dalam kesempatan itu, Jokowi seakan-akan sudah bosan menanggapi pernyataan tentang wacana tersebut.
Pasalnya menurut Jokowi, dirinya sudah berkali-kali memberikan bantahan.
"Apa lagi yang harus saya sampaikan, bolak-balik sikap saya enggak berubah," ujar Jokowi, Senin (15/3/2021), dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Baca juga: Soal Presiden 3 Periode, Rocky Gerung Persilakan Jokowi Tampar Muka Sendiri atau M Qodari: Masa Diam
Jokowi lantas meminta kepada semua pihak untuk tidak membuat kegaduhan ataupun melemparkan isu-isu tidak mendasar.
Terlebih menurut Jokowi, pemerintah saat ini tengah fokus menghadapi pandemi Covid-19 yang dinilai jauh lebih penting.
"Janganlah membuat kegaduhan baru, kita saat ini tengah fokus pada penanganan pandemi," harapnya.
Terakhir, Presiden asal Solo Jawa Tengah itu dengan tegas mengatakan bahwa periode kedua ini akan menjadi periode terakhir dirinya memimpin Indonesia.
Dirinya mengaku menghormati dan akan menjaga konstitusi yang sudah menetapkan masa jabatan presiden selama dua periode.
"Saya tegaskan saya tidak ada niat, tidak ada juga berminat menjadi presiden tiga periode," tegas Jokowi.
"Konstitusi amanahkan dua periode, itu yang harus kita jaga bersama-sama," pungkasnya.
Jawaban dari Jokowi tersebut masih sama dengan apa yang sudah disampaikan di awal masa pemerintahannya di periode ke dua ini, tepatnya pada 2 Desember 2019 silam.
Saat itu, menurut Jokowi pihak-pihak yang menuding atau berbicara soal wacana presiden dipilih tiga kali, memiliki tiga alasannya.
Di ataranya adalah ingin menampar muka dari Jokowi.
"Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode, itu ada tiga alasannya. Satu ingin menampar muka saya, kedua ingin mencari muka, ketiga ingin menjerumuskan," pungkasnya. (TribunWow.com/Anung)
Berita lain terkait presiden 3 periode
Sebagian artikel ini diolah dari WartaKotalive.com dengan judul Ketua Joman Immanuel Ebenezer Minta Jabatan Jokowi Diperpanjang biar Bisa Bekerja Maksimal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ngan-ppkm-terkini-senin-23-agustus-2021.jpg)