Virus Corona
Jangan Lengah saat Isolasi Mandiri, Kerusakan Paru-paru Bisa Terjadi pada Pasien OTG Covid-19
Pasien Covid-19 tetap dianjurkan menjaga kesehatannya selama isolasi mandiri meski mereka tidak mengalami gejala atau (OTG)
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pasien Covid-19 tetap dianjurkan menjaga kesehatannya selama isolasi mandiri meski mereka tidak mengalami gejala atau (OTG).
Meski tanpa gejala, virus pada pasien Covid-19 masih berkemungkinan untuk menyerang dan merusak paru-paru.
John Kinnear yang merukapan Kepala Fakultas Kesehatan, Anglia Ruskin University di Inggris menceritakan pengalamannya menghadapi pasien Covid-19 tanpa gejala.
Baca juga: Bisa Dikenali saat Isolasi Mandiri, Ini Tanda Awal Seseorang Berpotensi Alami Long Covid
Baca juga: Faktor Risiko Covid-19, Kontrol Darah Tinggi dengan Konsumsi 9 Hal Ini saat Isolasi Mandiri
"Saya segera mengetahui bahwa banyak pasien dengan penyakit Covid-19 lanjut tidak memiliki tanda-tanda penyakit pernapasan parah sampai mereka tiba-tiba pingsan dan meninggal," ujarnya dikutip dari The Conversation.
Fenomena tersebut juga di temukan dalam sejumlah kasus di antara banyaknya kasus Covid-19.
Sebuah penelitian dari Wuhan, China, menggambarkan perubahan patologis paru-paru pada CT scan pasien yang benar-benar tanpa gejala.
Pembawa tanpa gejala tidak jarang terjadi pada infeksi virulen lainnya, seperti MRSA dan C diff, tetapi yang mencolok dengan SARS-CoV-2 yang merupakan penyebab Covid-19 adalah bahwa hal itu dapat disertai dengan kerusakan organ didudukinya.
Para peneliti menemukan lesi yang konsisten dengan peradangan jaringan paru-paru.
"Yang masih menjadi misteri adalah mengapa, meskipun ada perubahan ini, pasien tidak menunjukkan gejala khas pneumonia, seperti sesak napas yang parah," jelasnya.
Sekitar seperempat pasien dalam penelitian ini mengalami gejala umum Covid-19 seperti demam, batuk, dan sesak napas, tetapi banyak juga yang benar-benar tanpa gejala.
Baca juga: Waspada saat Isoman, Ini Faktor Risiko Pasien Covid-19 Alami Masalah Paru-paru Selain Komorbid
Respons istimewa terhadap infeksi adalah satu dari beberapa teka-teki Covid-19, seperti mengapa ia menargetkan kelompok tertentu dan bukan yang lain.
Studi ini menegaskan bahwa tidak ada gejala tidak berarti tidak adanya bahaya.
Ada masalah lain yang bisa muncul ketika pasien Covid-19 tidak memiliki gejala.
Kurangnya gejala dalam menghadapi patologi aktif membawa risiko baik bagi individu yang terinfeksi maupun bagi masyarakat.
Mereka bisa tidak menyadari terpapar Covid-19 dan tetap hadir di kerumunan.