Terkini Daerah
Seusai Racuni lalu Habisi Nyawa Ayah dan Kakak, Arsyad Masih Sempat Duduk 30 Menit, Ini Kata Polisi
Terbongkar fakta baru di balik kasus pembunuhan ayah dan anak sulung di Jalan T Amir Hamzah, kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Medan.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Terbongkar fakta baru di balik kasus pembunuhan ayah dan anak sulung di Jalan T Amir Hamzah, kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (29/8/2021) lalu.
Diberitakan sebelumnya, ayah bernama Sugeng dan anak sulungnya, Riski, dibunuh anak kedua korban, M Arsyad.
Korban ditemukan bersimbah darah di kediamannya seusai diserang menggunakan pisau.
Namun ternyata pembunuhan ini sudah direncanakan jauh-jauh hari oleh tersangka.

Baca juga: Bunuh Ayah dan Kakak, Pria di Medan Amati Bapaknya Menderita Keracunan sebelum Ditikam
Baca juga: TKP Pembunuhan Ibu-Anak di Subang seperti Bekas Perkelahian, Yoris Blak-blakan soal Harta di TKP
Arsyad tega membunuh ayah dan kakak kandungnya karena merasa dianaktirikan.
Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji mengatakan pelaku juga meracuni kedua korban sebelum menikamnya hingga tewas.
"Jadi 28 Agustus 2021 sekitar pukul 10.00 WIB, tersangka pergi ke pasar untuk membeli dua bilah pisau dan racun rumput," jelas Irsan, dikutip dari TribunMedan.com, Senin (30/8/2021).
Kemudian, tersangka menyembunyikan pisau tersebut setelah sampai di rumah.
Sementara itu, racun rumput dicampurkan ke dalam kopi susu yang disuguhkan tersangka untuk keluarganya.
Sugeng dan Riski meminum kopi susu beracun tersebut.
Namun, ibu dan adik-adiknya tidak meminum karena mencium bau yang tidak sedap.
Akibat kopi susu beracun tersebut, Sugeng keluar rumah dan langsung muntah-muntah.
Melihat kondisi tersebut, tersangka kemudian mengambil pisau yang disembunyikannya di lemari dapur.
"Tersangka pun mendekati ayahnya dan melakukan penikaman di bagian leher. Selanjutnya di bagain perut sebanyak sekitar 6 luka tusukan," sambungnya.
Melihat tindakan tersangka, Riski yang juga meminum kopi beracun itu berusaha melerai dengan melempar helm ke arah adiknya.
Baca juga: Dituduh Bunuh Ibu-Anak di Subang, Yosef Merasa Terpojok dan Istri Muda Menangis hingga Bersumpah
Baca juga: Kuasa Hukum Yakin Istri Muda Bukan Pembunuh Ibu dan Anak di Subang: Polisi Tahu ke Mana Saja Ibu M
Akibatnya, Riski mengalami 6 tikaman dan langsung terkapar di lokasi kejadian.
Ia kemudian kembali menyembunyikan pisaunya saat menjumpai sang ibu dan adik.
Karena tak puas, tersangka kembali menikam korban hingga tewas bersimbah darah.
"Rizki ditikam 7 kali sehingga total tusukan ada 12 - 15 tusukan. Kedua korban meninggal di rumah. Setelah itu yang bersangkutan duduk, dan kurang lebih 30 menit anggota polisi datang," terang Irsan.
Seusai membunuh ayah dan adiknya, tersangka kemudian duduk sekira 30 menit hingga akhirnya polisi datang.
Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 340 atau 338 subsider 351 Ayat 3 dengan ancam hukuman 25 tahun penjara atau seumur hidup.
Enggan Bicara
Selama dihadirkan dalam jumpa pers di Polrestabes Medan, Selasa (31/8/2021), Arsyad hanya tertunduk dan terdiam.
Dalam kesempatan itu, Arsyad mengakui pisau yang digunakannya untuk membunuh kedua korban sudah dibeli sehari sebelumnya.
"Satu hari pak," ujar Arsyad.
Saat ditanya pisau itu ditujukan untuk siapa, Arsyad tak menjawab sepatah kata pun.
Ia juga tetap diam saat dihujani pertanyaan oleh para pelaku.
"Jadi sementara itu nanti akan didalami oleh penyidik," terang Irsan.
Baca juga: Kerahkan Anjing Pelacak, Polisi Hadirkan 4 Sosok Ini di TKP Pembunuhan, Ada Yosef dan Istri Mudanya
Sempat Disebut Kesurupan
Selain membunuh ayah dan kakaknya, Arsyad disebut-sebut juga sempat ingin membunuh sang ibu.
Hal itu diungkap kerabat korban, Jon.
Ia meyakini Arsyad kerasukan hingga tega menghabisi nyawa Sugeng dan Riski secara sadis.
"Kejadian sebenarnya sekira pukul 19.00 WIB," jelas Jon.
Meski belum jelas kronologi pasti, menurut Jon, keluarganya menyebut Arsyad terlebih dahulu membunuh Riski menggunakan pisau kecil.
Setelah Riski tewas, Arsyad baru membunuh Sugeng.
Namun dikatakannya, Arsyad sempat kesulitan membunuh Sugeng menggunakan pisau kecil.
Arsyad kemudian mengambil parang di dapur dan menebaskannya pada sang ayah.
"Makanya kalau dilihat, bekas tikaman di tubuh kakaknya lebih banyak di banding Sugeng," jelasnya.
"Tapi luka tikam di tubuh ayahnya lebih besar."
Setelah membunuh Sugeng dan Riski, Arsyad juga hendak menghabisi nyawa ibunya.
Namun saat itu ibu Arsyad tengah membaca Ayat Kursi.
Mendengar bacaan Al-Quran sang ibu, parang yang dipegang Arsyad pun terjatuh.
"Dari peristiwa itulah dianggap Arsyad saat itu sedang kesurupan," katanya. (TribunWow.com)
Artikel ini telah diolah dari TribunMedan.com dengan judul Anak yang Racun dan Bunuh Ayah dan Abang Kandungnya Lebih Memilih Bungkam, Arsyad Rupanya Sempat Sajikan Kopi Beracun pada Keluarganya, Sebelum Bunuh Ayah dan Kakaknya, Arsyad Tikam Abang Kandung dan Ayah di Kamarnya, Berikut Kronologinya, Ayah dan Anak Tewas Dibunuh, Kondisi Perut Robek, Warga : Ditikam di Bagian Perut