Breaking News:

Terkini Daerah

Karaoke di Tempat Hiburan Malam saat PPKM, 2 Oknum Satpol PP Surabaya Mabuk dan Diduga Pukul Warga

Dua orang oknum anggota Satpol PP Surabaya diduga mabuk berat di tempat karaoke saat masa pemberlakukan PPKM.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
Net
Ilustrasi penganiayaan - Dua orang anggota Satpol PP Surabaya mabuk berat di tempat karaoke hingga diduga pukul warga, Kamis (26/8/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Dua oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya diduga mabuk di tempat karaoke pada Senin (23/8/2021) malam.

Aksi oknum aparat tersebut sangat disayangkan lantaran Surabaya Raya masih masih dalam kondisi pemberlakuan PPKM Level 3.

Tak hanya mabuk, kedua oknum Satpol PP tersebut juga diduga melakukan pemukulan terhadap warga.

Ilustrasi alkohol atau minuman keras
Ilustrasi alkohol atau minuman keras (AFP)

Baca juga: Insiden Upacara HUT ke-76 Kemerdekaan RI, dari Bendera Jatuh hingga Satpol PP Gantikan Paskibraka

Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto.

Eddy mengatakan, kedua anggota tersebut saat ini sedang menjalani pemeriksaan.

Satpol PP Surabaya saat ini tengah mencari keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui duduk perkara kejadian tersebut.

"Secepatnya akan kami selesaikan kasus ini. Saya harus buktikan dengan meminta semua pihak yang terkait dalam masalah ini," kata Eddy saat dikutip dari Kompas.com, Kamis (26/8/2021).

Eddy memastikan, dua oknum anggota Satpol PP tersebut akan menerima sanksi berat bila memang benar-benar terbukti kuat melakukan kesalaan.

Pasalnya, berdasarkan fakta sementara yang ada, keduanya memang diketahui berada di tempat hiburan malam dan dilaporkan dalam kondisi mabuk berat.

Baca juga: Sosok Aisha Norjayanti, Wanita Satpol PP yang Viral Rias Wajah hingga 18 Jam, Lihat Hasil Karyanya

Baca juga: Modus Satpol PP DKI Gadungan Tipu Puluhan Korbannya, Uangnya untuk Beli iPhone 12 dan Rumah

Diduga Pukul Warga

Eddy belum bisa memastikan apakah anggotanya benar-benar melakukan pemukulan terhadap warga.

Terkait dugaan pemukulan tersebut, pihaknya masih memerlukan bukti kuat termasuk dari pihak korban.

"Karena saksinya, yang korban ini belum datang. Jangan sampai kita satu sisi saja. Kalau satu sisi kan menguntungkan sisi satunya," ucap Eddy.

Sanksi yang mungkin akan diterima oleh anggota Satpol PP bisa mulai yang ringan hingga berat.

Sanksi tersebut telah diatur dalam PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Menurut Eddy, jenis hukuman disiplin ringan adalah teguran lisan, teguran tertulis, dan pernyataan tidak puas secara tertulis.

Baca juga: Korban Penganiayaan Oknum Satpol PP Gowa Dilaporkan ke Polisi, Diduga Sebar Hoaks karena Ngaku Hamil

Baca juga: Viral Pungli di Pos Penyekatan PPKM, Pelakunya Oknum Satpol PP, Damkar hingga BPBD

Jenis hukuman disiplin sedang di antaranya adalah penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun, penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun, dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun.

Sedangkan jenis hukuman disiplin berat, adalah penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun.

Selain itu, sanksi berat juga akan berupa pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan dari jabatan, hingga pemberhentian dengan tidak hormat.

"Sanksinya bisa sanksi ringan, sedang, dan berat. Kita lihat nanti. Ini sudah diatur di PP nomor 53 tahun 2010," ujar Eddy.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved