Breaking News:

Agenda Presiden

Spanduk Tolak Kedatangan Jokowi Terpampang di Samarinda, Singgung Kriminalisasi Masyarakat Adat

Jelang kedatangan Jokowi, masyarakat hingga mahasisa melakukan aksi unjuk rasa di Kalimantan Timur.

Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Sejumlah Mahasiswa BEM FISIP Unmul mengkritisi dan menolak kedatangan Presiden RI Jokowi dengan membentangkan spanduk aspirasi di Flyover Air Hitam, Samarinda Ulu, Senin (23/8/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Spanduk menolak kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terpampang di flyover Jl Juanda kota Samarinda, Senin (23/8/2021) sore.

Spanduk tersebut merupakan bentuk kritik sekaligus protes terhadap Presiden Jokowi.

Diketahui, Jokowi berencana melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Timur, hari ini, Selasa (24/8/2021).

Baca juga: Soal Mural, Jokowi Cenderung Santai tapi Istana Minta Warga Hormati Presiden Layaknya Orangtua

Jelang kedatangan orang nomor satu di Indonesia, masyarakat hingga mahasisa melakukan aksi unjuk rasa.

Termasuk BEM Fisip Universitas Mulawarman (Unmul) yang menggelar aksi unjuk rasa.

Presiden BEM Unmul Ikzan Nopardi mengatakan, ada beberapa catatan merah yang dilakukan di periode kedua pemerintahan Joko Widodo.

Salah satunya terkait kriminalisasi masyarakat adat di Long Bentuq, Kabupaten Kutai Timur.

Bahkan dalam setiap pidato kepresidenan jelang peringatan HUT Republik Indonesia, Joko Widodo selalu mengenakan busana adat tiap daerah di Indonesia.

Hal tersebut sebagai simbol bentuk kebanggaan atas keberagaman suku dan budaya di Indonesia.

Namun hal tersebut bertolak belakang ketika di lapangan.

Menurutnya banyak masyarakat adat yang menjadi korban represif dan kriminalisasi oleh aparat.

Kriminalisasi tersebut dirasakan oleh tiga tokoh Dayak Modang di kawasan desa tersebut.

Mereka ditahan atas dugaan pemortalan jalan perusahaan sawit yang ada di kawasan tersebut.

Sebab masyarakat di sana mengklaim lahan sawit tersebut direbut paksa oleh perusahaan sawit.

Baca juga: Reaksi Wali Kota Solo Gibran soal Jokowi Sering Dihina, Beda dengan Megawati: Gak Ada Habisnya

"Bagaimana presiden kita bisa membanggakan masyarakat adat. Namun fakta yang terjadi masyarakat adat dikriminalisasi, hutan yang hilang akibat investasi. Salah satunya, masyarakat adat Long Bentuq di Kutai Timur," ucap Ikzan Nopardi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Tags:
JokowiSpanduk404: Not FoundSamarindaKalimantan Timur
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved