Virus Corona
Sering Dialami Pasien Covid-19, Begini Cara Mengatasi Nyeri Punggung saat Isolasi Mandiri
Meski tidak tercatat sebagai gejala, nyeri punggung dilaporkan banyak dialami pasien Covid-19.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Meski tidak tercatat sebagai gejala, nyeri punggung dilaporkan banyak dialami pasien Covid-19.
Jika nyeri punggung yang dialami pasien Covid-19 merupakan nyeri otot, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakannya.
Melansir Healthline, nyeri punggung pada pasien Covid-19 sering dikaitkan dengan nyeri sendi atau nyeri otot yang menjadi gejala peradangan pada infeksi.
Baca juga: Pasien Isoman Perlu Waspada, Begini Efek Jangka Panjang jika Covid-19 Sudah Menyerang Paru-paru
Baca juga: Banyak yang Alami Nyeri Punggung saat Isolasi Mandiri, Apa Termasuk Gejala Covid-19?
Seperti diketahui nyeri sendi dan nyeri otot memang dicatat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu gejala yang paling sering dialami pasien Covid-19.
Keduanya merupakan gejala peradangan yang bisa terjadi karena infeksi lainnya seperti virus atau bakteri.
Sebuah studi tahun 2020 ketika Covid-19 baru dinyatakan sebagai pandemi global meunjukkan bahwa 69,3 persen dari 210 orang dengan Covid-19 melaporkan rasa sakit di sebagian tubuh sebagai gejala.
Dari orang-orang yang melaporkan nyeri, 46,6 persen melaporkan nyeri sebagai gejala utama mereka atau satu-satunya gejala yang dialami dan 43,6 melaporkan nyeri terletak di punggung.
Tinjauan penelitian 2020 lainnya juga menemukan bahwa sakit punggung adalah salah satu gejala Covid-19 yang paling sering dilaporkan.
Sakit punggung dilaporkan dalam 10 persen dari kasus yang dianalisis para peneliti.
Diperkirakan bahwa rasa sakit disebabkan oleh respons kekebalan tubuh.
Infeksi Covid-19 dapat merangsang pelepasan molekul pro-inflamasi yang disebut sitokin oleh sistem kekebalan tubuh dan bisa menyebabkan peradangan.
Gejala lain peradangan seperti demam, kelelahan, dan sakit kepala juga merupakan gejala umum pada Covid-19.
Baca juga: Bisakah Alami Long Covid jika Terinfeksi Virus Corona setelah Vaksinasi? Simak Penjelasannya
Sedangkan dalam studi otopsi yang dilakukan terhadap virus yang mirip dengan Covid-19 tidak menemukan bukti adanya virus di jaringan otot.
Sakit punggung yang dialami pasien Covid-19 sering digambarkan sebagai rasa sakit yang dalam.
Berbeda dengan rasa sakit ketika otot mengalami cedera atau luka, di mana biasanya rasanya menusuk dan tajam.
Rasa sakit yang disebabkan oleh infeksi virus juga cenderung berkurang dengan mengubah postur tubuh daripada rasa sakit yang disebabkan oleh cedera otot.
Pasien juga bisa mencoba mengobati sendiri rasa sakit dan ketidaknyamanan yang mengganggu.
Wilson Ray, MD, kepala bedah tulang belakang untuk Departemen Bedah Neurologis di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis, memberikan tips untuk meredakan nyeri punggung.
"Cenderung lebih baik bila dikombinasikan (dengan perawatan medis) daripada bila dilakukan (pengobatan) sendiri," ujarnya.
1. Terus Bergerak
"Kesalahpahaman umum pada pasien dengan nyeri punggung terisolasi adalah bahwa mereka tidak bisa tetap aktif," kata Ray.
Cobalah untuk mengikuti tingkat aktivitas dan gerakan harian yang biasa.
Untuk pasien Covid-19 jika sanggup bisa mencoba untuk berjalan-jalan atau setidaknya berdiri dan lakukan peregangan.
"Menjadi tidak aktif memungkinkan otot-otot di sekitar tulang belakang dan punggung menjadi lemah,” kata Salman Hemani, MD, asisten profesor ortopedi di Emory University School of Medicine di Atlanta.
"Itu pada gilirannya dapat menyebabkan lebih sedikit dukungan untuk tulang belakang dan menyebabkan rasa sakit jangka panjang."
2. Kompres dengan Es atau Sesuatu yang Panas
Mengumpres punggung bila mengalami nyeri bisa sedikit meredakan nyeri di punggung.
Jika nyeri tidak berlangsung lama, nyeri akan hilang setelah dikompres.
Pilihlah antara es atau handuk panas untuk mengompresnya.
"Anda mungkin ingin mencoba keduanya, dan Anda mungkin akan menemukan bahwa salah satu yang lebih cocok untuk bantuan Anda," ujarnya.
Biasanya, es paling baik jika punggung terganggu oleh pembengkakan atau peradangan.
Bantalan pemanas mungkin lebih baik jika Anda mencoba mengendurkan otot yang kaku atau tegang.
Dianjurkan juga untuk membatasi es atau panas hingga 20 menit setiap kali.
Dan jangan menggunakannya jika punggung sedang dioleskan krim atau salep nyeri otot pada kulit.
3. Sesuaikan Postur
Handuk yang digulung atau bantal bisa menjadi alat yang berguna untuk meredakan nyeri punggung.
Coba letakkan di bawah panggul saat berbaring.
Biarkan pinggul rileks di atas handuk atau bantul dan bantu meregangkan ketegangan di punggung bawah.
Penjepit punggung terkadang dapat membantu, terutama setelah cedera atau operasi.
Tapi mereka tidak dimaksudkan untuk dipakai terlalu sering atau terlalu lama.
"Orang-orang menjadi tergantung padanya, dan itu benar-benar membuat otot-otot itu menjadi lemas," kata Ray.
"Jika itu membantu Anda, jika itu membuat Anda merasa lebih baik, teruslah melakukannya."
8. Gunakan Obat Luar
Jika memilih menggunakan obat disarankan untuk menggunakan obat luar sebelum mengkonsumsi obat dalam.
Beberapa obat luar seperti krim dan salem dapat membantu saat punggung terasa kaku, sakit, dan tegang.
Banyak dari produk ini mengandung bahan-bahan seperti mentol, kapur barus, atau lidokain yang dapat mendinginkan, memanaskan, atau mematikan rasa di daerah yang terkena.
"Ini tidak akan menjadi andalan dalam memberikan bantuan yang signifikan, tetapi bisa menenangkan keadaan," kata Ray.
9. Gunakan Obat Ringan
Cobalah cari obat ringan yang bisa didapat tanpa resep.
Obat juga dapat membantu mengatasi nyeri dan kekakuan otot.
Dua jenis utama opsi yang dijual bebas adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan asetaminofen.
Sesuai dengan namanya, NSAID membantu menurunkan peradangan yang dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri tekan.
Tapi acetaminophen tidak meredakan peradangan.
Cobalah salah satu jenis pereda nyeri untuk nyeri punggung sesekali.
NSAID mungkin bekerja sedikit lebih baik, kata Hemani, jika menderita radang sendi tulang belakang atau kondisi peradangan lainnya. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)