Konflik di Afghanistan
Redam Ketegangan di Afganistan, Taliban Beri Amnesti dan Desak Perempuan Bergabung ke Pemerintahan
Milisi Taliban yang kini menguasai pemerintahan di Afganistan, melakukan upaya untuk meredam kekacauan yang terjadi.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Atri Wahyu Mukti
"Mereka harus berada dalam struktur pemerintahan menurut hukum Syariah."
"Struktur pemerintahan tidak sepenuhnya jelas, tetapi berdasarkan pengalaman, harus ada kepemimpinan yang sepenuhnya Islami dan semua pihak harus bergabung."
Hal ini merupakan upaya pembuktian dari janji kelompok Taliban yang mengatakan bahwa pemerintahan mereka nantinya akan berbeda dari sebelumnya.
Namun, masyarakat tak serta merta mempercayai niatan tersebut lantaran masih tersisa trauma akibat kepemimpinan Taliban di masa lalu.
Baca juga: Kondisi Afganistan setelah Taliban Mengambil Alih Pemerintahan, Warga: Saya Berharap Pergi
Baca juga: Warga Cegat Pesawat demi Kabur dari Taliban, Eks Persib Farshad Noor Perlihatkan Kondisi Afghanistan
Tanggapan Joe Biden
Presiden Amerika Serikat Joe Biden memberikan pembelaan terkait keputusannya untuk menarik pasukannya dari Afganistan.
Meski kini pemerintahan negara tersebut telah diambil alih Taliban, Joe Biden tetap teguh bahwa keputusannya adalah tindakan yang tepat.
Adapun pernyataan itu dibuat setelah viral beredar sebuah video yang memperlihatkan kepanikan warga Afganistan hingga nekat mencegat pesawat demi kabur dari Taliban.
Dilansir Ajazeera.com, Senin (16/8/2021), Joe Biden memberikan pidato perdana setelah Taliban kembali bekuasa di Afganistan.
Ia mengatakan bahwa misi Amerika Serikat di Afganistan bukanlah tentang pembangunan bangsa.
Joe Biden mengakui, runtuhnya pemerintah Afghanistan ke tangan Taliban terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.
Meski begitu, ia menekankan bahwa penarikan pasukan Amerika dari daerah konflik tersebut sudah benar.
"Saya teguh mempertahankan keputusanku,” kata Biden dalam pidato yang disiarkan televisi.
“Apapun itu, perkembangan beberapa minggu belakangan memperkuat pertimbangan bahwa mengakhiri keterlibatan militer AS di Afghanistan sekarang adalah keputusan yang tepat."
"Pasukan Amerika tidak bisa dan tidak seharusnya berperang dan mati dalam perang yang bahkan pasukan Afghanistan tidak mau berperang untuk diri mereka sendiri.”