Breaking News:

Virus Corona

Jangan Asal Minum Obat saat Isolasi Mandiri Covid-19, Ada yang Bisa Sebabkan Jamur Hitam

Fenomena penyakit jamur hitam atau mucormycosis pasca-Covid-19 menjadi permasalahan yang cukup berat di India. 

BBC
Ilustrasi jamur hitam 

TRIBUNWOW.COM - Fenomena penyakit jamur hitam atau mucormycosis pasca-Covid-19 menjadi permasalahan yang cukup berat di India. 

Ribuan orang dilaporkan terinfeksi jamur hitam usai terinfeksi Covid-19

Tetapi hingga kini, belum ada data spesifik yang menyebutkan bahwa infeksi jamu hitam usai Covid-19 terjadi di Indonesia. 

Penyakit tersebut bisa menyerang pasien Covid-19 atau orang yang telah sembuh dari Covid-19

Mengutip Banjarmasinpost.co.id, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan penyebab dari jamur hitam bisa dikarenakan penggunaan obat sembarangan.

Baca juga: Masih Mungkin Terus Bermutasi, WHO: Penamaan Varian Covid-19 Bisa Gunakan Nama Rasi Bintang

Munculnya penyakit jamur hitam bisa jadi karena efek samping dari penggunaan obat seperti deksametason pada pasien Covid-19.

"Jamur hitam ini (muncul) karena biasanya penggunaan obat seperti deksametason pada pasien Covid-19," ujar Nadia saat dihubungi Kompas.com, Minggu (25/7/2021).

Dijelaskan oleh Nadia, deksametason merupakan obat kortikosteroid merupakan obat anti-inflamasi yang penggunaannya harus menggunakan resep dokter.

Di bawah pengawasan dokter, akan dievaluasi untuk menentukan kapan obat harus digunakan dan kapan obat harus dihentikan.

Meski begitu pasien Covid-19 atau orang yang pernah terinfeksi Covid-19 memiliki kemungkinan juga terserang infeski jamur hitam. 

"Orang biasa tidak berpotensi terkena," ujar Nadia.

Sedangkan meski tidak berpotensi terkena, orang yang tidak terinfeksi Covid-19 juga bisa memiliki potensi  mereka mengonsumsi deksametason tanpa pengawasan medis.

Melansir Medical News Today, jamur hitam sebenarnya banyak ditemukan di sekitar kita terutama tempat yang kotor dan lembab, biasanya ditemukan di tanah, debu, vegetasi yang membusuk, dan kotoran hewan.

Tetapi tubuh manusia bukanlah habitat biasa bagi jamur yang termasuk dalam ordo Mucorales.

Sistem kekebalan tubuh kita biasanya lebih dari sekadar cukup untuk menandingi jamur dan mencegah terjadinya infeksi.

Sayangnya, penyakit yang mengganggu imunitas seperti diabetes, Covid-19, dan pengobatan steroid dapat melemahkan kekebalan seseorang sedemikian rupa sehingga mikroorganisme ini dapat memperoleh pijakan.

Diabetes tidak hanya meningkatkan risiko seseorang terkena Covid-19 yang parah, tetapi juga memberikan kondisi di mana infeksi jamur dapat berkembang.

Penggunaan steroid deksametason, yang digunakan dokter perawatan intensif untuk mengobati pasien Covid-19 juga akan membperburuk keadaan dengan menekan kekebalan.

Baca juga: Bisa Cegah Keparahan Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri, Kenali Manfaat Zinc untuk Kesehatan

Baca juga: Hindari Konsumsi 5 Jenis Makanan Ini seusai Isolasi Mandiri Covid-19, Turunkan Imun-Picu Peradangan

KESEHATAN - Penyakit jamur hitam yang disebabkan oleh jamur mucormycetes ternyata banyak ditemukan di lingkungan sekitar. FOTO: PASIEN JAMUR HITAM INDIA
KESEHATAN - Penyakit jamur hitam yang disebabkan oleh jamur mucormycetes ternyata banyak ditemukan di lingkungan sekitar. FOTO: PASIEN JAMUR HITAM INDIA (Istimewa via TribunBatam.com)

Senada dengan Nadia, Dr Rahul Baxi, ahli diabetes yang berbasis di Mumbai menjelaskan salah satu cara untuk menghentikan kemungkinan infeksi jamur adalah memastikan bahwa pasien Covid-19, baik dalam perawatan dan setelah pemulihan, diberikan dosis dan durasi steroid yang tepat.

Menurut Dr Nikhil Bhayani, ahli penyakit menular di Texas Health Resources, Texas, Amerika Serikat mucormycosis dapat diobati dengan agen antijamur seperti amfoterisin B, isavukonazol, dan posaconazole.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved