Breaking News:

Terkini Nasional

Sindiran Peneliti ICW di Mata Najwa saat Ungkit Jokowi Beri Grasi Napi Korupsi: Tak Ada Pride-nya

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana secara gamblang mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan korupsi.

Tribunnews.com/IQBAL FIRDAUS
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana. Terbaru, Kurnia Ramadhana secara gamblang mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan korupsi. 

TRIBUNWOW.COM - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana secara gamblang mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan korupsi.

Dilansir TribunWow.com, kini menurut Kurnia, Jokowi tampak tak lagi didengarkan para bawahannya.

Ia pun kembali mengungkit kisruh Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu diungkap Kurnia dalam acara Mata Najwa, Rabu (4/8/2021).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam konferensi pers di Istana Negara, Minggu (25/7/2021).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam konferensi pers di Istana Negara, Minggu (25/7/2021). (YouTube Sekretariat Presiden)

Baca juga: Jokowi Ngaku Bangga saat Hubungi Greysia dan Apriyani yang Sabet Emas di Olimpiade: Saya Deg-degan

Baca juga: Peneliti ICW Tahan Tangis di Mata Najwa saat Bahas Vonis Edhy Prabowo: Dewi Keadilan Tak Lagi Adil

Mulanya, Kurnia menyoroti diskon vonis hukuman para koruptor.

Mulai dari Juliari Batubara, Edhy Prabowo, Djoko Tjandra, hingga jaksa Pinangki Sirna Malasari.

"Tapi apa yang dikerjakan? Disibukkan dengan menggembosi KPK dengan revisi UU KPK," kata Kurnia.

Ia lantas mengungkit grasi yang diberikan Jokowi kepada narapidana korupsi, Annas Maamun.

Menurut Kurnia, kebijakan Jokowi semakin melemahkan pemberantasan korupsi.

"Saya tambahkan satu lagi, November 2019 Presiden Jokowi memberikan grasi kepada koruptor, Annas Maamun, mantan gubernur Riau, apa alasannya?," ucapnya.

"Dan hasilnya hari ini sudah terlihat, indeks persepsi korupsi kita anjlok."

"Dan ini menggambarkan ketiadaan politik hukum pemberantasan korupsi yang clear di tangan Presiden Jokowi."

Kurnia kemudian buka suara soal dominasi Jokowi terhadap bawahannya.

Menurut dia, Jokowi seharusnya memiliki kekuatan mengendalikan bawahannya.

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved