Terkini Nasional
Reaksi dan Jawaban Luhut saat Disinggung soal Perubahan Warna Cat Pesawat Kepresidenan RI
Luhut Binsar Pandjaitan memberikan tanggapan saat disinggung mengenai wajah baru pesawat Kepresidenan RI.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan disinggung mengenai pesawat Kepresidenan RI yang belakangan viral.
Sebagaimana diketahui, pesawat Kepresidenan berjenis Boeing Business Jet (BJJ) 2 itu diganti warna catnya.
Pesawat yang sebelumnya berwarna biru putih itu menjadi merah putih.

Baca juga: Persoalkan Cat Baru Pesawat Kepresidenan RI, Demokrat: Bukan Fokus Pandemi, Ini yang Ketahuan Saja
Sebagian publik mempersoalkan hal tersebut karena dianggap tidak relevan dengan kebutuhan di masa pandemi.
Kendati demikian, Luhut mengaku tidak tahu menahu perihal pro kontra pergantian cat tersebut.
Hal itu disampaikan Luhut saat meninjau vaksinasi di Kota Solo, Jawa Tengah, bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
"Saya tidak tahu!," katanya singkat kepada TribunSolo.com saat di Pasar Klewer di Kota Solo, Kamis (5/8/2021).
Luhut tampak enggan berkomentar masalah penggantian cat Kepresidenan RI yang heboh diributkan tersebut.
Tampak, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak semestinya ditanyakan kepadanya.
"Jangan tanyakan pada saya," ujar Luhut singkat.
Diketahui, perawatan dan pemugaran warna cat pesawat Kepresidenan RI menghabiskan anggaran Rp 2,1 milliar.
Baca juga: Fakta Viral Penumpang Pesawat Ngamuk di Bandara Kualanamu karena Hasil PCR Positif: Di RS Negatif
Baca juga: Saat Warna Baru Pesawat Kepresidenan Dikritik di Masa Pandemi, Ngabalin: Ngomong Nyerocos di Medsos
Kritikan Partai Demokrat
Di sisi lain, sebelumnya, Juru Bicara DPP Partai Demoktrat Herzaky Mahendra Putra mempersoalkan wajah baru pesawat kepresidenan RI yang dicat ulang di saat pandemi Covid-19.
Herzaky Mahendra Putra menegaskan hal itu semestinya tidak perlu dilakukan pemerintah.
Mengingat, pemerintah Indonesia semestinya fokus pada penanganan pandemi.