Terkini Daerah
Teror Bocah Pakai Wafer Isi Silet, Pria di Jember Punya Alat untuk Buat Makanan Berbahaya di Rumah
Pihak kepolisian masih mencari tahu alasan AB (42) tega memberikan makanan berisi silet hingga paku kepada anak-anak tak bersalah.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Bukan Kejadian Pertama
Sampai saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami apa alasan pelaku tega mengancam keselamatan nyawa para bocah-bocah tak bersalah tersebut.
Sementara ini diketahui, pelaku melakukan hal tersebut untuk tolak bala atau tolak balak.
Dikutip dari website Universitas Syiah Kuala, Aceh, tolak bala adalah satu dari beberapa tradisi masyarakat Aceh yang intinya dilakukan untuk menghindari penyakit, hal-hal buruk, hingga musibah.
Baca juga: Geger Sumbangan Rp 2 Triliun, Hotman Paris Sebut Bukan Kasus Keonaran: Jadi Hiburan Ibu-ibu di Rumah
Tradisi tolak bala dilakukan dengan beragam cara, mulai dari dzikir, mandi, makan-makan, hingga syukuran.
"Namun masih kami dalami motifnya," tegas AKP Komang Yogi.
Kasus ini terungkap setelah seorang warga atas nama M Yasin (48) melapor ke Polsek Patrang.
Yasin melapor kalau anaknya mendapatkan wafer yang isinya benda berbahaya yakni paku kecil dan pecahan benda keras yang diduga pecahan silet.
Ia bercerita, anaknya itu mengatakan telah diberi wafer oleh seseorang.
Setelah itu sang anak membuka wafer itu untuk dimakan.
ketika dicuil, ia merasakan ada keanehan di wafer tersebut.
Akhirnya, dia memecah wafer di bagian tengahnya. Keluarlah benda berbahaya tersebut.
Yasin menyampaikan, dua anaknya mendapat tiga bungkus wafer.
Seluruh wafer-wafer tersebut ternyata berisi potongan silet dan benda-benda berbahaya lainnya.
"Kemasannya masih utuh ketika anak-anak itu menerima. Yang membuka kemasan anak-anak itu," ujar Kapolsek Patrang AKP Heri Supadmo kepada Surya ( grup TribunMadura.com ), Senin (2/8/2021).