Virus Corona
Tunda Dosis Kedua Vaksinasi Covid-19 Bisa Pengaruhi Efektivitas Vaksinya? Berikut Penjelasannya
Vaksinasi Covid-19 masih terus digencarkan oleh pemerintah Indonesia untuk menangani pandemi Virus Corona.
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Vaksinasi Covid-19 masih terus digencarkan oleh pemerintah Indonesia untuk menangani pandemi Virus Corona.
Dengan lengkapnya vaksinasi akan menciptakan kekebalan komunal atau herd immunity, sehingga mengurangi risiko penyebaran Covid-19.
Namun untuk mendapatkan antibodi yang maksimal, seseorang harus disuntik 2 dosis vaksin Covid-19.
Jarak penyintikan antara dosis pertama dengan kedua berbeda-beda, tergantung jenis vaksinnya.
Baca juga: PENTING, 5 Hal Ini Bisa Turunkan Angka Kematian saat Isolasi Mandiri karena Covid-19
Baca juga: Virus Covid-19 Bisa Menempel di Pakaian, Ini Tips Mencuci Baju yang Aman saat Isolasi Mandiri
Namun, karena jarak vaksin tersebut membuat ada kemungkinan terdapat beberapa kondisi yang bisa terjadi.
Seperti sakit, terpapar Covid-19 ataupun lupa.
Tidak itu, terkadang masyarakat juga terlambat karena adanya keterbatasan suplai vaksin yang masih mengandalkan kiriman dari luar negeri yang bertahap.
Lalu, apa yang risikonya?
Vaksin yang digunakan di Indonesia
Sampai Juli 2021, vaksin yang sudah masuk ke Indonesia ada empat, yaitu Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, dan Moderna.
Pada bulan Agustus mendatang, dijadwalkan vaksin Pfizer akan tersedia untuk digunakan di sini.
Penting untuk mengetahui masing-masing jarak pemberian vaksin dosis pertama ke dosis kedua.
Berikut adalah jarak pemberian vaksin:
Sinovac: 2 sampai 3 minggu
Sinopharm: 3 sampai 6 minggu
AstraZeneca: 8 sampai 12 minggu
Moderna: 3 sampai 6 minggu
Pfizer: 4 sampai 6 minggu
Baca juga: Waspada Komorbid, Berikut 8 Penyakit Bawaan yang Bisa Perparah Kondisi saat Terinfeksi Covid-19
Baca juga: Jadi Kelompok yang Rentan, Seberapa Bahaya Covid-19 terhadap Ibu Hamil?
Covid-19 Jika terlambat vaksin kedua