Breaking News:

Virus Corona

Tak Terpantau Dokter saat Isoman Bisa Bahaya, Ini Cara Konsultasi dan Dapat Obat Covid-19 Gratis

Pasien Covid-19 yang tidak memiliki gejala atau gejala ringan bisa menjalani isolasi mandiri di rumah.

Situs Kemenkes
Capture Isoman.kemkes.id, untuk mengecek layanan telemedicine, Rabu (14/7/2021). Tak Terpantau Dokter saat Isoman Bisa Bahaya, Ini Cara Konsultasi dan Dapat Obat Covid-19 Gratis 

TRIBUNWOW.COM - Pasien Covid-19 yang tidak memiliki gejala atau gejala ringan bisa menjalani isolasi mandiri di rumah. 

Tetapi selama menjalani masa isolasi pasien Covid-19 harus tetap mendapat pengawasan dari dokter agar perkembangan kesehatannya bisa terpantau. 

Wakil Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pasien Covid-19 yang meninggal ketika menjalani isolasi mandiri. 

Satu di antaranya adalah pasien yang tidak mendapat pengawasan dari dokter.

Baca juga: Bisa Jadi Gejala Long Covid-19, Ini Tips Mengatasi Rasa Mudah Lelah ketika Isolasi Mandiri

Baca juga: Jangan Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 dengan Alasan Ini Lebih Baik Isoman di Tempat Terpusat

"Awalnya isolasi mandiri itu hanya pada pasien atau penderita Covid-19 dengan gejala ringan yaitu hanya demam satu, dua hari, batuk pilek ringan, kemudian saturasi oksigennya masih di atas 95, kemudian frekuensi napasnya masih di bawah 20, itu isolasi mandiri," jelasnya dalam tayangan Youtube tvOneNews, (10/7/2021). 

Menurutnya risiko ketika pasien Covid-19 tidak mendapat akses konsultasi terhadap fasilitas layanan kesehatan juga bisa menjadi fatal.

"Jadi bingung mau bertanya ke siapa, mau keluar tidak boleh, nah itu serba bingung seperti itu, sehingga mereka bertahan apa adanya dengan sakit sedang," Jelasnya. 

Kini berbagai lembaga keagamaan dan kemanusiaan, hingga dokter secara perorangan banyak yang memberikan konsultasi gratis untuk pasien isolasi mandiri.

Selain itu, pemerintah juga membuka layanan konsultasi dokter gratis via telemedicine. 

Tidak hanya untuk wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), kini layanan tersebut juga hadir di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. 

"Selain Jabodetabek, kini penggunaan layanan telemedicine ini diperluas lagi, antara lain Karawang, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Yogyakarta, Kota Surabaya, Kota Malang, dan Kota Denpasar," tulis Kementerian Kesehatan dalam situs resminya, Kamis (22/7/2021). 

Adapun 11 telemedicine gratis antara lain Alodokter, GetWell, Good Doctor, Halodoc, KlikDokter.

KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, YesDok.

Baca juga: Selain Saturasi Oksigen, Frekuensi Napas Harus Diperhatikan saat Isolasi Mandiri, Ini Cara Ceknya

Baca juga: Risiko Isolasi Mandiri di Rumah saat Covid-19, Ini Keuntungan Isoman di Fasilitas Pemerintah

Berikut cara mengakses layanan konsultasi dan paket obat gratis via telemedicine:

Berikut Alur yang Harus Diikuti Untuk Mendapat Layanan Telemedicine:

1. Dimulai dari Lab pemeriksaan PCR yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan.

Ada 743 Lab pemeriksaan PCR yang sudah terafiliasi dan terkoneksi langsung dengan Kemenkes, 114 Lab di antaranya ada di Jakarta. Sehingga data pasien yang dientri oleh 743 Lab itu akan terbaca oleh Kemenkes.

2. Ketika terkonfirmasi positif COVID-19, dalam jarak waktu sekitar 1 hari, pasien akan menerima pesan Whatssapp dari Kemenkes yang memuat link untuk konsultasi online.

Jika tak mendapat pesan WA, pasien bisa memeriksa NIK secara mandiri di situs https://isoman.kemkes.go.id

3. Silahkan buka link tersebut untuk berkosultasi dengan salah satu layanan telemedicine dan memberi informasi bahwa pasien adalah pasien program Kemenkes.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved