Breaking News:

Virus Corona

Apakah Benar Covid-19 Varian Delta Lebih Menarget Infeksi kepada Anak-anak? Ini Penjelasannya

Covid-19 varian Delta disebut menjadi jenis yang paling berbahaya dan paling cepat penularannya.

Kompas.com/ Shutterstock
Ilustrasi Covid-19 Varian Delta. Apakah Benar Covid-19 Varian Delta Lebih Menarget Infeksi kepada Anak-anak? Ini Penjelasannya 

TRIBUNWOW.COM - Covid-19 atau Virus Corona telah banyak bermutasi ke dalam beberapa varian.

Sejauh ini beberapa varian Covid-19 yang sudah teridentifikasi di Indonesia adalah varian Alpha, Beta, Delta, Eta, Iota, hingga Kappa.

Hanya saja, Covid-19 varian Delta disebut menjadi jenis yang paling berbahaya dan paling cepat penularannya.

Baca juga: Tunda Dosis Kedua Vaksin Covid-19 Bisa Pengaruhi Efektivitas Vaksinya? Berikut Penjelasannya

Baca juga: PENTING, 5 Hal Ini Bisa Turunkan Angka Kematian saat Isolasi Mandiri karena Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa varian Delta tidak secara khusus menargetkan infeksi pada anak-anak.

Hal itu disampaikan Pemimpin Teknis Covid-19 WHO Maria Van Kerkhove, pada Jumat (30/7/2021).

Van Kerkhove mengatakan bahwa bukti yang menunjukkan varian virus corona Delta ini sepertinya ditularkan di antara orang-orang yang membaur secara sosial.

Seperti diketahui, varian Delta adalah varian virus corona yang sebelumnya dikenal sebagai B.1.617.2 yang pertama kali terdeteksi di India.

Varian Delta yang diyakini memiliki kemampuan lebih menular, bahkan dibandingkan varian Alpha, kini telah mendominasi penularan Covid-19 di seluruh dunia.

"Biar saya perjelas, kami tidak melihat varian Delta secara khusus menargetkan anak-anak," kata Van Kerkhove dalam konferensi pers WHO, seperti dilansir dari Medical Xpress, Minggu (1/8/2021).

Varian Delta kini telah terdeteksi di 132 negara di dunia.

Baca juga: Virus Covid-19 Bisa Menempel di Pakaian, Ini Tips Mencuci Baju yang Aman saat Isolasi Mandiri

Baca juga: Waspada Komorbid, Berikut 8 Penyakit Bawaan yang Bisa Perparah Kondisi saat Terinfeksi Covid-19

Bahkan, varian Covid-19 ini disebut lebih menular dibandingkan versi virus sebelumnya, termasuk varian virus SARS-CoV-2 lain yang menjadi perhatian.

Saat ini, badan kesehatan PBB mengatakan sedang dilakukan penelitian untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika varian Delta.

Tak hanya itu, para ahli juga mencari tahu mengapa varian virus corona ini jauh lebih menular.

"Ada beberapa petunjuk bahwa varian Delta secara khusus menargetkan anak-anak, tetapi sebenarnya tidak demikian. Apa yang kami lihat adalah bahwa varian tersebut akan menargetkan mereka yang berbaur secara sosial," kata Van Kerkhove.

Van Kerkhove menambahkan, "Apa yang kami lihat adalah varian yang beredar akan menginfeksi orang jika mereka tidak mengambil tindakan pencegahan yang tepat".

Tindakan pencegahan yang dimaksudkannya, yakni upaya-upaya seperti menjaga jarak fisik dan menghindari kerumunan di dalam ruangan yang memiliki ventilasi atau sirkulasi udara yang buruk dan padat.

WHO telah menerbitkan rencana yang merinci cara-cara agar sekola dapat dibuka kembali dan tetap aman bagi anak-anak.

"Tetapi kami (WHO) benar-benar perlu menurunkan transmisi (varian Delta) di masyarakat untuk memastikan bahwa mereka dapat membuka dengan aman," kata Van Kerkhove. (Kompas.com)

Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Vaksin Covid-19, Bagaimana Efeknya Jika Terlambat Vaksin Kedua?

Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved