Virus Corona
Selain PCR Gratis, Hotman Paris Minta Jokowi Izinkan Perdagangan Vaksin: Beri Hak Impor pada Swasta
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengizinkan perusahaan swasta mengimpor vaksin dari luar negeri.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengizinkan perusahaan swasta mengimpor vaksin dari luar negeri.
Hal ini demi pemerataan penduduk mendapatkan vaksinasi di tengah lonjakan pandemi.
Dengan begitu, pandemi Covid-19 di Indonesia segera bisa ditanggulangi dengan meratanya vaksinasi yang dilakukan.

Baca juga: Malah Dapat Bingkisan Minyak Kayu Putih, Hotman Paris Langsung Ingin Beli Sahamnya: Ini Bukan Canda!
Baca juga: Resah Kabar Dana Bansos Rp 3 M untuk Bayar Pengacara, Hotman Paris Bandingkan Konglomerat Palembang
Hal ini disampaikan Hotman Paris melalui akin Instagram pribadinya, @hotmanparisofficial, Sabtu (31/7/2021).
Sebelumnya, Hotma Paris mengusulkan agar pemerintah menggratiskan tes PCR di Puskemas dan RSUD.
Menurut pengacara 61 tahun tersebut, harga sekali tes PCR yang mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah dinilai mahal untuk masyarakat.
Sehingga, hal ini bisa menghambat tracing dan testing sebagai pencegahan penularan Virus Corona.
Selain itu, Hotman Paris juga meminta Jokowi menggalakkan tindakan preventif lainnya.
Yakni, memberikan vaksinasi yang merata dan memenuhi target herd immunity.
Baca juga: Sentil Jokowi, Hotman Paris Usulkan Tes PCR Gratis: Berapa Juta Penduduk yang Tidak Sanggup Membayar
"Saran saya, Bapak Jokowi menargetkan vaksin akan mencapai 70 persen dalam beberapa bulan depan," ujar Hotman Paris.
Untuk itu, Hotman Paris menyarankan agar pemerintah memberikan izin perusahaan swasta untuk mengimpor vaksin dari luar negeri.
Alih-alih menunggu pembagian vaksin dari pemerintah, orang yang mampu bisa membeli dan memilih vaksin sendiri.
"Saya mendukung pak, tapi seperti yang saya bilang dari dulu, sebaiknya dikasih kebebasan ke perusahaan swasta untuk mengimpor berbagai vaksin dari luar negeri."
"Sehingga orang yang mampu bebas untuk memilih apakah memakai vaksin dari pemerintah atau memakai dari swasta."
Dengan banyak beredarnya vaksin di masyarakat, maka target herd immunity bisa segera dicapai.