Breaking News:

Virus Corona

Apakah Benar Vaksin Covid-19 Sinovac Alami Penurunan Antibodi setelah 6 Bulan? Ini Penjelasannya

Pertanyaan baru muncul seputar vaksin Covid-19 jenis Sinovac yang sudah banyak disuntikkan kepada masyarakat Indonesia.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Tenaga kesehatan menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Bungsu, Jalan Veteran, Kota Bandung, Senin (18/1/2021). Apakah Benar Vaksin Covid-19 Sinovac Alami Penurunan Antibodi setelah 6 Bulan? Ini Penjelasannya 

TRIBUNWOW.COM - Pertanyaan baru muncul seputar vaksin Covid-19 jenis Sinovac yang sudah banyak disuntikkan kepada masyarakat Indonesia.

Setelah enam bulan dari penyuntikan dosis kedua, vaksin Sinovac disebut mengalami penurunan antobodi.

Selain itu, untuk menguatkannya lagi harus mendapatkan dosis ketiga.

Baca juga: Segera Bawa ke Rumah Sakit, Ini Tanda-tanda Pasien Covid-19 Memburuk saat Isolasi Mandiri

Baca juga: Ingatkan Syarat Isolasi Mandiri, Satgas Covid-19: Jika Tidak Memenuhi Bisa ke Fasilitas Pemerintah

Lantas bagaimana faktanya?

Vaksin ini memiliki nama Sinovac-CoronaVac yang dibuat oleh Sinovac China National Pharmaceutical Group.

Vaksin ini digunakan dalam dua dosis yang diberi jarak 21 hari antardosis.

Vaksin ini dapat digunakan pada masyarakat berusia 12 tahun ke atas.

Penurunan antibodi

Sebelumnya, vaksin sinovac tercatat memiliki nilai antibodi yang bagus yang dipercaya bisa membuat seseorang mampu melawan virus SARS-CoV-2 yang masuk ke dalam tubuhnya.

Kadar antibodi 28 hari setelah vaksin kedua adalah sebesar 39,6 sampai 49,1.

Angka tersebut sangat baik mengingat batas antibodi dinyatakan positif adalah 8.

Namun, setelah 6 bulan pemberian dosis kedua, ternyata antibodi turun hingga di bawah batas antibodi positif. Kadarnya hanya 4,1 sampai 6,7 saja.

Apa menurunnya antibodi berarti vaksin tidak lagi efektif?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada studi yang menyebutkan efektivitas vaksin sinovac setelah 6 hingga 8 bulan pasca penerimaan dosis kedua.

Selain itu, batas antibodi yang mampu memberikan perlindungan dari Covid-19 bergejala parah belum diketahui.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
Virus CoronaCovid-19VaksinSinovac
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved