Breaking News:

Virus Corona

Jangan Asal Isolasi Mandiri, Kenali Perbedaan Gejala Ringan, Sedang, dan Berat pada Pasien Covid-19

Pasien Covid-19 yang boleh menjalani isolasi mandiri hanya pasien tanpa gejala dan pasien dengan gejala ringan.

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Elfan Fajar Nugroho
FREEPIK via Kompas.com
Ilustrasi isolasi mandiri karena terinfeksi Covid-19. Jangan Asal Isolasi Mandiri, Kenali Perbedaan Gejala Ringan, Sedang, dan Berat pada Covid-19 

3. Frekuensi Napas Normal: 12-20 kali per menit

Pasien Covid-19 Gejala Ringan

1. Pasien dengan gejala tanpa ada bukti pneumonia virus atau tanpa hipoksia.

2. Saturasi Oksigen Normal: 95% atau lebih

3. Frekuensi Napas Normal: 12-20 kali per menit

4. Gejala yang muncul seperti demam, batuk, fatigue, anoreksia, napas pendek, mialgia.

5. Gejala tidak spesifik lainnya seperti sakit tenggorokan, kongesti hidung, sakit kepala, diare, mual dan muntah, hilang penciuman (anosmia) atau hilang pengecapan (ageusia) yang muncul sebelum onset gejala pernapasan juga sering dilaporkan.

Pasien Covid-19 Gejala Sedang

1. Pada pasien remaja atau dewasa: pasien dengan tanda klinis pneumonia (demam, batuk, sesak, napas cepat) tanpa tanda pneumonia berat termasuk SpO2 (Saturasi Oksigen) di atas 93% dengan udara ruangan.

2. Pada anak-anak: pasien dengan tanda klinis pneumonia tidak berat (batuk atau sulit bernapas dan napas cepat dan/atau tarikan dinding dada) dan tidak ada tanda pneumonia berat).

Kriteria napas cepat:

- Usia di bawah 2 bulan =  60 kali per menit atau lebih 

- Usia 2–11 bulan = 50 kali per menit atau lebih

- Usia 1–5 tahun =  40 kali per menit atau lebih 

- Usia di atas 5 tahun, = 30 kali per menit atau lebih

Baca juga: Tak Hanya Bantu Pasien Covid-19, Ini Manfaat Donor Plasma Konvalesen bagi Pendonor, Tambah Antibodi

Halaman 2/3
Tags:
Virus CoronaCovid-19isolasi mandiriIsoman
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved