Breaking News:

Terkini Daerah

4 Oknum Anggota TNI Terlibat Pembunuhan Wartawan Marsal Harahap di Sumut, Bukan Pembunuhan Berencana

Empat anggota oknum TNI AD menjadi terlibat dalam kasus pembunuhan Wartawan Marasal Harahap. Satu jadi eksekutor, 3 lainnya membantu.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
Tribun-Medan.com/HO
Tersangka kasus penembakan Marsal Harahap saat berada di Pomdam I Bukit Barisan di Jalan Sena, Selasa (27/7/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Kasus pembunuhan terhadap wartawan bernama Mara Salem Harahap alias Marsal yang ditemukan tewas tertembak di Kota Pematangsiantar pada Sabtu (19/6/2021) menemui babak baru.

Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Hasanuddin mengungkap keterlibatan empat oknum anggota TNI dalam kasus kematian wartawan Marsal Harahap.

Dikutip TribunWow.com dari Serambinews.com, Mayjen TNI Hasanuddin mengatakan, tersangka utama AS merupakan eksekutor korban.

Petugas Polres Simalungun dan Dit Reskrimum Polda Sumut melakukan olah TKP tempat dimana oknum wartawan Mara Salem Harahap alias Marsel ditembak mati, Sabtu (19/6/2021).
Petugas Polres Simalungun dan Dit Reskrimum Polda Sumut melakukan olah TKP tempat dimana oknum wartawan Mara Salem Harahap alias Marsel ditembak mati, Sabtu (19/6/2021). (Tribun Medan/ Alija Magribi)

Baca juga: Dendam Terpendam 15 Tahun, Pria Asal Banten Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Begini Kronologinya

Sementara tersangka lain yakni DE, PMP, dan LS berperan sebagai pembantu.

Pengungkapan pertama dilakukan setelah tim penyidik dari Danpomdam I Bukit Barisan yang melakukan penangkapan terhadap tersangka utama yakni Praka AS di daerah Tebing Tinggi pada Jumat (25/6/2021) silam.

Berdasarkan keterangan Praka AS, penyidikan lalu dikembangkan dan menemukan ada tiga anggota TNI lain yang terlibat pembunuhan tersebut.

Terungkap fakta bahwa AS mendapatkan sepucuk senjata api dari dari anggota berinisial DE seharga Rp 15 juta.

Sementara DE diketahui mendapatkan senjata api dari PMP yang dibeli seharga Rp 10 juta.

Hal itu disampaikan oleh Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Hasanuddin di Pomdam I Bukit Barisan, Jalan Sena, Selasa (27/7/2021).

"Dalam hal ini telah terungkap sejumlah 3 orang dimana AS mendapat senjata api jenis pabrikan ini melalui oknum DE dengan transaksi uang Rp 15 juta," kata Mayjen Hasanuddin.

Baca juga: Detik-detik Suami Bunuh Selingkuhan Istri di Jalan, Saksi Mata Bergetar Korban Teriak: Allahuakbar

Baca juga: Dendam Ditegur agar Tak Curi Sawit, AK Bunuh Ketua MUI Labura, Pulang Asah Parang, Besoknya Eksekusi

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved