Breaking News:

Virus Corona

Termasuk Delta, Kemenkes Tegaskan Vaksin di Indonesia Sangat Efektif Lawan Semua Varian Covid-19

Munculnya berbagai varian Covid-19 telah memunculkan berbagai pertanyaan tentang vaksinasi Covid-19 yang tengah digencarkan pemerintah.

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Youtube FMB9ID_IKP
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam dialog Update Percepatan Vaksinasi Covid-19 yang ditayangkan dalam Youtube FMB9ID_IKP pada Selasa (27/7/2021). Dia menegaskan bahwa seluruh vaksin yang ada di Indonesia efektif untuk melawan semua varian. Covid-19 

TRIBUNWOW.COM - Munculnya berbagai varian Covid-19 telah memunculkan berbagai pertanyaan tentang vaksinasi Covid-19 yang tengah digencarkan pemerintah. 

Terlebih dengan kemungkinan adanya varian baru lagi yang bisa muncul dikemudian hari. 

Hal itu juga menjadi pertanyaan dalam tayangan dialog Update Percepatan Vaksinasi Covid-19 yang ditayangkan dalam Youtube FMB9ID_IKP pada Selasa (27/7/2021).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa seluruh vaksin yang ada di Indonesia efektif untuk melawan semua varian.

Baca juga: Perlu Booster, Antibodi Vaksin Sinovac Menurun setelah 6 Bulan, Berikut Hasil Penelitiannya

"Jadi vaksin yang ada sampai saat ini masih sangat efektif melawan semua varian atau mutasi virus yang ada termasuk virus Delta yang kemarin menyebabkan lonjakan kasus yang cukup signifikan ya tiga minggu belakangan ini," ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada studi yang bisa membuktikan bahwa vaksin yang ada sudah tidak efektif melawan varian aru Covid-19.

Justru, Nadia menyebut WHO nganjurkan percepatan vaksinasi untuk membuat kekebalan komunal bisa segera terbentuk. 

"Dengan percepatan vaksinasi, orang yang tertular semakin sedikit dan tentunya mutasi atau varian baru itu bisa kita cegah untuk muncul," jelasnya.

Perlu diingat bahwa memang tidak ada vaksin yang memiliki efektifitas mencegah orang terpapar Covid-19 hingga 100 persen.

Tetapi vaksin juga bisa melindungi seseorang yang terpapar Covid-19 dari perburukan kesehatan hingga kematian akibat Covid-19.

"Tapi juga bisa memberikan tentunya perlindungan, karena vaksin tadi kan bekerja untuk melatih sistem kekebalan tubuh kita," kata Nadia. 

Dengan hal itu, vaksin bisa melindungi tubuh kita dari virus dengan menetralisirnya agar ketika terpapar Covid-19 bisa menjadi tidak bergejala atau bahkan sama sekali tidak sakit. 

Nadia juga menjelaskan data perawatan di rumah sakit di periode di bulan Mei hingga Juli tahun 2021 yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap, bisa melindungi risiko kematian hingga 73 persen. 

Baca juga: Covid-19 Varian Delta Paling Mampu Menginfeksi Orang yang Sudah Divaksin Virus Corona

Baca juga: Apakah Beda Cara Kerja Vaksin Covid-19 pada Anak dengan Orang Dewasa? Ini Penjelasan dr Reisa

Sedangkan orang yang terpapar Covid-19 telah mendapat dosis pertama vaksin 90 persen dinyatakan sembuh. 

Disebutka bahwa 96 persen yang mendapat vaksin dengan dosis lengkap, seluruh pasien Covid-19 dinyatakan sembuh.

Untuk yang belum menerima vaksin Covid-19 yang dinyatakan sembuh ada 84 persen. 

"Orang yang sudah divaksin dengan orang yang belum divaksin itu jauh besar efek proteksinya," jelasnya. 

Nadia juga menambahkan bahwa vaksin AstraZeneca yang juga digunakan di Indonesia bahwa perlindungannya terhadap varian Delta sangan tinggi. 

Vaksin tersebut dikatakan bisa melindungi orang yang terpapar Covid-19 dari perburukan hingga perawatan di rumah sakit sampai 92 persen. 

"Bahkan tidak ada kematian ya akibat mereka yang divaksinasi dengan AstraZeneca ini," jelasnya.

Kemudian untuk vaksin Sinovac, menurut data di rumah sakit penularannya bisa turun hingga 94 persen, mencegah pasien di rawat di rumah sakit 96 persen, dan menghindari kematian sampai 98 persen.

Menurutnya dengan hasil tersebut terbukti bahwa perlindungan vaksin terhadap varian yang ada termasuk varian Delta masih sangat tinggi. 

"Pada prinsipnya bahwa vaksin ini tidak 100 persen kebal, jadi orang yang telah divaksin masih mungkin terinveksi, karena prinsip kerja vaksin adalah melatih sistem kekebalan tubuh kita," ujarnya. 

Karena itu dia juga mengimbau untuk masyarakat yang sudah mendapar vaksin untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Pemerintah kini tengah berusaha untuk memberi vaksinasi Covid-19 kepada target 208,2 juta termasuk di dalamnya adalah untuk anak usia 12-17 tahun. 

Nadia juga menyebut sampai hari ini dosis vaksin yang ada di Indonesia masih dalam stok aman.

Terlebih di bulan Juli ini Indonesia disebut mendapat vaksin yang melebihi dibanding bulan-bulan sebelumnya dan ini akan terus bertambah hingga bulan-bulan ke depan.

"Pemberian vaksinasi ini harus kita lakukan secara prioritas dan juga bertahap karena memang vaksinnya ini datangnta bertahap," jelasnya. 

Simak Penjelasan Kemenkes Terkait Efektifitas Vaksin Mulai di Menit ke- 48:

(Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya

Tags:
Covid-19Virus CoronaKemenkesVaksinvarian delta
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved