Virus Corona
Efek Covid-19 pada Paru-paru, Lihat Kondisinya saat ataupun setelah Terinfeksi Virus Corona
Sebagian besar pasien Covid-19 mengalami sesak napas, terlebih yang sudah bergejala berat.
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Sebagian besar pasien Covid-19 mengalami sesak napas, terlebih yang sudah bergejala berat.
Karena tidak dipungkiri bahwa Covid-19 merupakan virus atau penyakit yang menyerang sistem pernapasan, termasuk paru-paru.
Lantas bagaimana kondisi paru-paru seseorang ketika sudah terinfeksi Covid-19?
Berikut untuk lebih jelasnya, artikel ini akan membahas apa yang terjadi di dalam paru-paru ketika terserang virus SARS-CoV-2.
Baca juga: Jangan Berlebihan, Ini Efek Samping Terlalu Banyak Mengonsumsi Vitamin C, Bisa Sebabkan Batu Ginjal
Baca juga: Begini Cara Virus Covid-19 Menyerang Tubuh, Penting untuk Jaga Sistem Imun di Masa Pandemi
Efek Covid-19 pada paru-paru
Ketika virus SARS-CoV-2 masuk ke dalam tubuh seseorang, virus itu akan menempel pada membran mukosa di hidung, mulut, dan mata.
Virus ini akan masuk ke dalam sel sehat di dalam tubuh dan menggunakannya sebagai media untuk bereplikasi.
Setelah virus bereplikasi, virus baru akan menginfeksi sel lainnya dan proses ini terus berulang hingga mengenai saluran pernapasan bawah.
Ini akan menyebabkan lapisan dalam saluran pernapasan mengalami iritasi dan inflamasi.
Airnya Covid-19 adalah penyakit yang relatif baru dan masih diteliti oleh para ilmuwan.
Namun, beberapa gejala umum yang timbul pada penyakit ini sangat mirip dengan penyakit severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle East respiratory syndrome (MERS).
Kondisi paru-paru pada gejala ringan dan sedang
Dilansir dari WebMD, sebanyak 80 persen pasien covid mengalami gejala ringan hingga sedang.
Biasanya pasien bisa merasakan batuk kering dan sakit tenggorokan.
Beberapa orang juga mengalami pneumonia, yaitu infeksi paru yang menyebabkan alveoli terinflamasi.
Dokter bisa melihat inflamasi di paru-paru pada rontgen dada atau CT scan.
Kondisi khusus pada gambaran rontgen yang menandakan inflamasi pada paru disebut ground glass opacity.
Baca juga: Seberapa Bahaya Long Covid dan Apakah Masih Berpotensi Menularkan Virus Corona ke Orang Lain?
Kondisi paru-paru pada gejala parah
Sebesar 14 persen kasus Covid-19 memiliki gejala parah.
Pada kasus ini, infeksi akan menyerang kedua belah paru-paru.
Ketika inflamasi semakin parah, paru-paru akan terisi cairan, dahak, dan sel yang berusaha melawan infeksi.
Ini akan menyebabkan seseorang merasa lebih sulit bernapas dan napas pendek.
Salah satu efeknya adalah saturasi oksigen yang menurun.
Gambaran pada CT scan dada menunjukkan gambaran bulat opak pada tahap sebelumnya mulai terhubung satu sama lain.
Kondisi paru-paru pada gejala kritis
Sekitar 5 persen kasus Covid-19 akan mengalami gejala kritis.
Infeksi akan merusak dinding kantung udara di paru-paru.
Ini akan memicu tubuh berusaha terus melawan dan paru-paru semakin terisi banyak cairan dan semakin parah radangnya.
Baca juga: Persiapkan Anak sebelum Vaksinasi Covid-19, Beberapa Kondisi Ini Tak Boleh Divaksin Terlebih Dahulu
Pada kondisi ini, paru-paru akan kesulitan untuk melakukan penukaran gas karbon dioksida dan oksigen.
Kondisi ini berpotensi memicu pneumonia parah atau acute respiratory distress syndrome (ARDS).
Pasien akan membutuhkan bantuan ventilator untuk bernapas.
Pada 20 hingga 30 persen kasus kritis, ditemukan gumpalan darah pada paru-paru, jantung, otak, dan kaki yang bisa mengancam jiwa pasien.
Setelah sembuh dari Covid-19
Kondisi pneumonia yang menyerang pasien Covid-19 masih akan berlangsung walaupun pasien telah dinyatakan negatif.
Efek yang biasanya dirasakan pasien adalah mudah lelah dan tidak kuat berolahraga seperti sebelum terkena covid.
Covid-19 merupakan penyakit yang relatif baru.
Oleh karena itu, ilmuwan masih meneliti kondisi paru-paru pada Covid-19 akan kembali pulih atau permanen.(Kompas.com)
Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sering Terasa Sesak, Begini Kondisi Paru-Paru Ketika Terkena Covid-19