Virus Corona
Efek Covid-19 pada Paru-paru, Lihat Kondisinya saat ataupun setelah Terinfeksi Virus Corona
Sebagian besar pasien Covid-19 mengalami sesak napas, terlebih yang sudah bergejala berat.
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Dokter bisa melihat inflamasi di paru-paru pada rontgen dada atau CT scan.
Kondisi khusus pada gambaran rontgen yang menandakan inflamasi pada paru disebut ground glass opacity.
Baca juga: Seberapa Bahaya Long Covid dan Apakah Masih Berpotensi Menularkan Virus Corona ke Orang Lain?
Kondisi paru-paru pada gejala parah
Sebesar 14 persen kasus Covid-19 memiliki gejala parah.
Pada kasus ini, infeksi akan menyerang kedua belah paru-paru.
Ketika inflamasi semakin parah, paru-paru akan terisi cairan, dahak, dan sel yang berusaha melawan infeksi.
Ini akan menyebabkan seseorang merasa lebih sulit bernapas dan napas pendek.
Salah satu efeknya adalah saturasi oksigen yang menurun.
Gambaran pada CT scan dada menunjukkan gambaran bulat opak pada tahap sebelumnya mulai terhubung satu sama lain.
Kondisi paru-paru pada gejala kritis
Sekitar 5 persen kasus Covid-19 akan mengalami gejala kritis.
Infeksi akan merusak dinding kantung udara di paru-paru.
Ini akan memicu tubuh berusaha terus melawan dan paru-paru semakin terisi banyak cairan dan semakin parah radangnya.
Baca juga: Persiapkan Anak sebelum Vaksinasi Covid-19, Beberapa Kondisi Ini Tak Boleh Divaksin Terlebih Dahulu
Pada kondisi ini, paru-paru akan kesulitan untuk melakukan penukaran gas karbon dioksida dan oksigen.
Kondisi ini berpotensi memicu pneumonia parah atau acute respiratory distress syndrome (ARDS).
Pasien akan membutuhkan bantuan ventilator untuk bernapas.