Breaking News:

Virus Corona

Stok Obat Covid-19 Kosong di Apotek, Jokowi Telepon Menkes: Antivirus, Antibiotik Gak Ada Semua

Jokowi langsung menelpon Menkes Budi Gunadi Sadikit karena mendapati stok sejumlah obat terapi Covid-19 kosong di apotek.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Mohamad Yoenus
YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi mendatangi Apoteng Villa Duta di Kota Bogor untuk mencari sejumlah obat-obatan Covid-19, Jumat (23/7/2021). Jokowi langsung menelpon Menkes Budi Gunadi Sadikit karena mendapati stok sejumlah obat terapi Covid-19 kosong di pasaran, Sabtu (24/7/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengecek langsung ketersediaan obat-obatan untuk terapi Covid-19 di pasaran.

Dilansir TribunWow.com, Jokowi mendatangi Apoteng Villa Duta di Kota Bogor Jawa Barat untuk mencari sejumlah obat-obatan Covid-19, Jumat (23/7/2021).

Sayangnya, Jokowi tidak mendapatkan semua obat-obatan yang sudah direkomendasikan untuk terapi Virud Corona.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau vaksinasi massal di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 16 Juni 2021. Terbaru, Jokowi menyampaikan pesan terkait Covid-19 di akun Instagram miliknya @jokowi, Kamis (24/6/2021).
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau vaksinasi massal di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 16 Juni 2021. Terbaru, Jokowi menyampaikan pesan terkait Covid-19 di akun Instagram miliknya @jokowi, Kamis (24/6/2021). (Instagram/@jokowi)

Baca juga: Ditanya Anak-anak SD soal Tugas Kepala Negara, Presiden Jokowi Tertawa dan Beri Jawaban Begini

Tanpa basa-basi, Presiden langsung menelpon Menteri Keseharan Budi Gunadi Sadikin untuk mempertanyakan kekosongan stok tersebut.

"Pak, ini saya cek ke apotek di Bogor. Saya cari obat antivirus Oseltamivir, nggak ada," tanya Jokowi dikutip dari Sekretariat Presiden, Sabtu (24/7/2021).

Belum sempat Budi Gunadi menjawab, Presiden langsung menyebutkan semua obat yang tak didapatinya.

Mulai dari jenis antivirus hingga obat-obatan antibiotik dan suplemen.

"Cari lagi, obat antivirus yang Favipiravir juga nggak ada, kosong. Saya cari yang antibiotik, Azithromycin, juga nggak ada," ujar Jokowi.

"Stok nggak ada sudah seminggu lebih. Terus vitamin D3 yang 5000 juga nggak ada," kata dia.

Budi Gunadi tampak tengah mencermati apa yang dilaporkan Presiden.

Jokowi lantas melanjutkan bahwa dirinya hanya mendapat sedikit apa yang dia cari.

"Iya ini saya yang dapat hanya multivitamin. Yang mengandung zinc. Hanya itu," ujar Jokowi.

"Suplemen juga, suplemen ini ada yang D3 nya ada tapi hanya yang 1000. Hanya dapat yang ini saja. Vitamin D3 yang 1000. Kemudian yang suplemen yang kombinasi multivitamin ada."

"Jadi yang lain-lain yang obat antivirus, antibiotik nggak ada semuanya," kata Jokowi melanjutkan.

Baca juga: Reaksi Najwa Shihab saat Putar Video Jokowi Tegur Menteri di Mata Najwa: Agak Tegang, Marah Ya?

Baca juga: Perlukah Jokowi Meminta Maaf terkait Penanganan Covid-19? Yunarto Wijaya Soroti Kepercayaan Publik

Mendengar hal tersebut, Budi langsung menyampaikan permohonan maaf kepada Jokowi.

Setelah mengecek secara online, Menkes langsng menjelaskan sejumlah apotik yang kini masih menyediakan obat-obatan tersebut.

Budi kemudian menjelaskan bahwa data rumah sakit dan apotek yang menyediakan obat-obatan bisa dicek secara online.

"Karena saya ada catatan pak presiden. Kita kan sudah ada yang online. Saya barusan cek ya pak ya, misalnya untuk Fapiviravir di apotek Kimia Farma Tajur Baru ada 4.900, apotek Kimia Farma Juanda 30 ada 4.300, apotek Kimia Farma Semplak Bogor ada 4.200," kata Budi menjelaskan.

"Jadi saya nanti double cek ya. Nanti ini saya kirim ke ajudan Bapak. Itu ada data online yang ada di RS itu bisa dilihat by kota segala macam untuk apoteknya Kimia Farma Century, Guardian, K24," ucap Budi

Mendengar penjelasan Menkes, Jokowi mengaku akan langsung menuju apotek yang disebutkan.

Hal itu sekaligus memastikan bahwa data yang disampaikan Menteri sama dengan fakta di lapangan.

"Oke. saya tak ke sana aja. Tak beli itu coba ada nggak," ucap Jokowi.

"Ok boleh pak silakan nanti saya kirim ke ini ya pak," balas Budi mengakhiri.

Sebagai informasi, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah meluncurkan situs farmaplus.kemkes.go.id.

Situs tersebut adalah media informasi masyarakat untuk mengecek ketersediaan obat dan vitamin, terutama bagi pasien Covid-19.

Situs diketahui tersebut mencakup lebih dari 2.100 apotek di seluruh provinsi di Indonesia.

Oleh karena itu, Presiden melalui akun Instagram resminya menyarankan kepada masyarakat yang membutuhkan obat dan vitamin untuk mengecek ke situs tersebut.

"Anda bisa mengecek ketersediaan obat dan vitamin itu melalui situs https://farmaplus.kemkes.go.id/ yang sekarang mencakup lebih dari 2.100 apotek di seluruh provinsi di Indonesia," ucap Presiden Jokowi di akun Instagram @jokowi.

Baca juga: Jokowi akan Susul Menterinya Minta Maaf? Pramono Anung: Ringan-ringan Saja kalau Memang Waktunya

Perlukah Jokowi Minta Maaf ke Rakyat?

Sejumlah elit pemerintahan belakangan ramai meminta maaf ke masyarakat karena penanganan Covid-19 dirasa tidak maksimal.

Mulai dari para menteri seperti Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir, hingga pemimpin daerah seperti Ridwan Kamil dan Khofifah.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menyoroti bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah meminta maaf.

Hanya saja, tidak pernah disampaikan secara langsung atau hanya tersirat saja.

Menurutnya, permintaan maaf seorang pemimpin negara justru akan mendapatkan apresiasi baik dari rakyatnya meski dalam kondisi kekecewaan.

"Permintaan maaf di seluruh pemimpin dunia yang pernah meminta maaf, itu selalu diapresiasi positif," kata Yunarto di Mata Najwa, Kamis (22/7/2021).

Yunarto mencontohkan sosok pemimpin seperti Donald Trump atau Bolsonaro yang justru mendapat approval rating rendah karena selalu merasa benar.

Kendati demikian, bukan berarti Presiden Jokowi langsung segera minta maaf ketika dikritik demikian.

"Saya tidak mau ya ketika kita membahas ini, Pak Jokowi lalu minta maaf. Itu juga buruk, seakan-akan ini aksi-reaksi," ujar Yunarto menambahkan.

Baca juga: Viral Video Lawas Jokowi Larang Pejabat Rangkap Jabatan: 1 Saja Belum Tentu Berhasil Apalagi 2?

Pengamat politik yang akrab dipanggil Mas Toto itu meyakini bahwa rakyat akan mengapresiasi apabila Presiden mau meminta maaf atau mengatakan apa adanya soal penanganan Covid-19.

Hal itu justru akan membangun kepercayaan tersendiri meskipun hasilnya mungkin tidak memuaskan.

"Yang paling penting adalah kenyataan dan pemahaman bahwa ketika minta maaf dan memberikan keterbukaan informasi, kejujuran sejelek apapun, itu malah akan mendapat sebuah apresiasi," ujar Yunarto.

"Dan trust akan terbangun, energi kebersamaan akan terbangun antara warga dan elite."

Data Lembaga Survei Indonesia menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat kepada Jokowi menurun.

Namun, Yunarto menyebut hal itu tidak mengagetkan dan sangat lumrah terjadi pada pemimpin negara.

"Selalu ada pola yang sama, ketika angka Covid-19 naik, kecenderungan approval rating-nya akan turun," kata Toto.

"Karena dalam kondisi kekinian itu bukan lagi sekadar isu kelangkaan bahan pokok atau lapangan pekerjaan yang berpengaruh, sekarang penganganan pandemi itu akan berpengaruh langsung pada approval rating."

"Jadi tidak akan mengagetkan ketika kondisinya mereda, itu approval rating akan turun," tambahnya.

Langkah lain yang perlu dijaga pemerintah adalah bagaimana caranya agar masyarakat tidak semakin tidak percaya.

"Tapi ada kata kunci, jangan ada variabel lain termasuk kegagalan komunikasi bisa memperburuk situasi," ucap Toto.

"Karena dalam ketidakpuasan, publik masih akan mengapresiasi ketika mereka tahu pemerintah bekerja dan arah kebijangannya jelas," pungkasnya. (TribunWow.com/Rilo)

Baca artikel lain terkait Presiden Jokowi

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Covid-19Apotek Villa DutaJawa BaratJokowiBudi Gunadi SadikinantibiotikAntivirusOseltamivirFavipiravir
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved