Virus Corona
Stok Obat Covid-19 Kosong di Apotek, Jokowi Telepon Menkes: Antivirus, Antibiotik Gak Ada Semua
Jokowi langsung menelpon Menkes Budi Gunadi Sadikit karena mendapati stok sejumlah obat terapi Covid-19 kosong di apotek.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Mohamad Yoenus
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menyoroti bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah meminta maaf.
Hanya saja, tidak pernah disampaikan secara langsung atau hanya tersirat saja.
Menurutnya, permintaan maaf seorang pemimpin negara justru akan mendapatkan apresiasi baik dari rakyatnya meski dalam kondisi kekecewaan.
"Permintaan maaf di seluruh pemimpin dunia yang pernah meminta maaf, itu selalu diapresiasi positif," kata Yunarto di Mata Najwa, Kamis (22/7/2021).
Yunarto mencontohkan sosok pemimpin seperti Donald Trump atau Bolsonaro yang justru mendapat approval rating rendah karena selalu merasa benar.
Kendati demikian, bukan berarti Presiden Jokowi langsung segera minta maaf ketika dikritik demikian.
"Saya tidak mau ya ketika kita membahas ini, Pak Jokowi lalu minta maaf. Itu juga buruk, seakan-akan ini aksi-reaksi," ujar Yunarto menambahkan.
Baca juga: Viral Video Lawas Jokowi Larang Pejabat Rangkap Jabatan: 1 Saja Belum Tentu Berhasil Apalagi 2?
Pengamat politik yang akrab dipanggil Mas Toto itu meyakini bahwa rakyat akan mengapresiasi apabila Presiden mau meminta maaf atau mengatakan apa adanya soal penanganan Covid-19.
Hal itu justru akan membangun kepercayaan tersendiri meskipun hasilnya mungkin tidak memuaskan.
"Yang paling penting adalah kenyataan dan pemahaman bahwa ketika minta maaf dan memberikan keterbukaan informasi, kejujuran sejelek apapun, itu malah akan mendapat sebuah apresiasi," ujar Yunarto.
"Dan trust akan terbangun, energi kebersamaan akan terbangun antara warga dan elite."
Data Lembaga Survei Indonesia menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat kepada Jokowi menurun.
Namun, Yunarto menyebut hal itu tidak mengagetkan dan sangat lumrah terjadi pada pemimpin negara.
"Selalu ada pola yang sama, ketika angka Covid-19 naik, kecenderungan approval rating-nya akan turun," kata Toto.
"Karena dalam kondisi kekinian itu bukan lagi sekadar isu kelangkaan bahan pokok atau lapangan pekerjaan yang berpengaruh, sekarang penganganan pandemi itu akan berpengaruh langsung pada approval rating."