Virus Corona
Stok Obat Covid-19 Kosong di Apotek, Jokowi Telepon Menkes: Antivirus, Antibiotik Gak Ada Semua
Jokowi langsung menelpon Menkes Budi Gunadi Sadikit karena mendapati stok sejumlah obat terapi Covid-19 kosong di apotek.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Mohamad Yoenus
Setelah mengecek secara online, Menkes langsng menjelaskan sejumlah apotik yang kini masih menyediakan obat-obatan tersebut.
Budi kemudian menjelaskan bahwa data rumah sakit dan apotek yang menyediakan obat-obatan bisa dicek secara online.
"Karena saya ada catatan pak presiden. Kita kan sudah ada yang online. Saya barusan cek ya pak ya, misalnya untuk Fapiviravir di apotek Kimia Farma Tajur Baru ada 4.900, apotek Kimia Farma Juanda 30 ada 4.300, apotek Kimia Farma Semplak Bogor ada 4.200," kata Budi menjelaskan.
"Jadi saya nanti double cek ya. Nanti ini saya kirim ke ajudan Bapak. Itu ada data online yang ada di RS itu bisa dilihat by kota segala macam untuk apoteknya Kimia Farma Century, Guardian, K24," ucap Budi
Mendengar penjelasan Menkes, Jokowi mengaku akan langsung menuju apotek yang disebutkan.
Hal itu sekaligus memastikan bahwa data yang disampaikan Menteri sama dengan fakta di lapangan.
"Oke. saya tak ke sana aja. Tak beli itu coba ada nggak," ucap Jokowi.
"Ok boleh pak silakan nanti saya kirim ke ini ya pak," balas Budi mengakhiri.
Sebagai informasi, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah meluncurkan situs farmaplus.kemkes.go.id.
Situs tersebut adalah media informasi masyarakat untuk mengecek ketersediaan obat dan vitamin, terutama bagi pasien Covid-19.
Situs diketahui tersebut mencakup lebih dari 2.100 apotek di seluruh provinsi di Indonesia.
Oleh karena itu, Presiden melalui akun Instagram resminya menyarankan kepada masyarakat yang membutuhkan obat dan vitamin untuk mengecek ke situs tersebut.
"Anda bisa mengecek ketersediaan obat dan vitamin itu melalui situs https://farmaplus.kemkes.go.id/ yang sekarang mencakup lebih dari 2.100 apotek di seluruh provinsi di Indonesia," ucap Presiden Jokowi di akun Instagram @jokowi.
Baca juga: Jokowi akan Susul Menterinya Minta Maaf? Pramono Anung: Ringan-ringan Saja kalau Memang Waktunya
Perlukah Jokowi Minta Maaf ke Rakyat?
Sejumlah elit pemerintahan belakangan ramai meminta maaf ke masyarakat karena penanganan Covid-19 dirasa tidak maksimal.
Mulai dari para menteri seperti Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir, hingga pemimpin daerah seperti Ridwan Kamil dan Khofifah.