Breaking News:

Virus Corona

Ingat, Pasien Covid-19 Dinyatakan Sudah Sembuh ketika 2 Syarat Ini Terpenuhi

Penanganan yang dilakukan kepada seseorang terinfeksi Covid-19  tidak bisa disamaratakan.

Istimewa/TribunBali
Perawatan pasien Covid-19 di ruang isolasi RSUD Klungkung, Rabu (19/8/2020). Ingat, Pasien Covid-19 Dinyatakan Sudah Sembuh ketika 2 Syarat Ini Sudah Terpenuhi 

TRIBUNWOW.COM - Penanganan yang dilakukan kepada seseorang terinfeksi Covid-19  tidak bisa disamaratakan.

Hal itu disesuaikan dengan gejala yang dialami oleh pasien Covid-19 tersebut.

Pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat harus mendapat penanganan di rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya.

Sedangkan untuk yang bergejala ringan ataupun tidak bergejala bisa langsung melakukan isolasi mandiri.

Baca juga: 6 Tanaman Herbal Asli Indonesia yang Bikin Imun Kuat di Masa Pandemi Covid-19

Baca juga: Antisipasi Kejadian Buruk saat Isolasi Mandiri karena Covid-19, Ini Saran Penting dari IDI Jember

Namun yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara kita mengetahui sudah benar-benar sembuh dari Covid-19 dan tidak menularkan virus ke orang lain?

Dokter RA Adaninggar, SpPD, spesialis penyakit dalam di Surabaya, sering mendapat pertanyaan seperti ini di akun Instagramnya, @drningz.

Dilansir dari ABC Indonesia, dokter Ning mengatakan bahwa definisi "sembuh" berarti sudah melewati masa penularan dan gejala klinis sudah hilang.

Kedua syarat ini harus dipenuhi bersamaan, tidak boleh hanya salah satu.

Tapi tentunya ada perbedaan dalam menentuan kesembuhan di antara mereka yang bergejala ringan dan sedang atau yang berat.

Menurut WHO dan Kemenkes, masa penularan virus corona adalah 10 hari.

Untuk pasien gejala ringan, isolasi mandiri dilakukan selama 10 hari, ditambah waktu isolasi tambahan hari sampai gejala hilang.

Tapi, tidak sampai di situ.

Baca juga: Sembuh dari Covid-19? Konsumsi 5 Makanan Ini untuk Pemulihan dan Cegah Reinfeksi Virus Corona

Baca juga: Penjelasan Dokter soal Gejala Covid-19 yang Berbeda-beda, Mulai dari Ringan, Sedang dan Berat

"Nanti setelah gejalanya hilang, harus ditambah lagi minimal tiga hari dia bebas gejala, terutama demam dan batuk, baru dibilang sembuh," katanya.

Pasien juga akan menerima surat keterangan dari dokter atau puskesmas yang sejak awal memonitor, yang menyatakan mereka sudah menjalani isolasi dan sudah sembuh. "Jadi tidak pakai swab PCR," kata dr Ning.

Bagaimana kalau gejala sudah membaik tapi isolasinya belum sampai 10 hari?

"Itu belum tentu sembuh, dia masih menular," kata dr Ning.

"Ada orang tidak paham kadang-kadang, mereka tes PCR satu kali negatif saja sebelum 10 hari, meski pun ada batuk-batuk, untuk keluar. Itu juga salah."

Sementara bagi mereka yang bergejala sedang atau berat biasanya membutuhkan perawatan di rumah sakit. Dokter yang akan menentukan sudah atau belum sembuhnya pasien dengan melihat gejala klinisnya.

"Apakah ada perbaikan kondisi secara umum, misalnya napsu makannya seperti apa, ditambah pemeriksaan penunjang," kata dr Ning.

Pemeriksaan tersebut antara lain foto ronsen, pemeriksaan lab, dan terkadang pemeriksaan PCR evaluasi.

"Karena secara teori, pada orang bergejala sedang dan berat, masa menularnya lebih panjang, dan berapa lamanya tidak bisa dipastikan, tergantung kondisi orang," katanya.

Baca juga: Ramai Diburu saat Awal Pandemi, Jahe Merah Berkhasiat untuk Cegah dan Pulih dari Covid-19

Untuk gejala ringan dan tak bergejala tak perlu swab ulang

Seperti diberitakan sebelumnya, orang yang terpapar Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah selama 10 hari setelah gejala muncul ditambah tiga hari.

“Untuk kontak erat, 14 hari (isolasi mandiri) sejak kontak dengan kasus Covid-19.

Kenapa 14 hari? Karena 14 hari itu adalah masa inkubasi dari virusnya,” ujar Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc SpP(K), dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dari Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Sementara pasien dengan gejala berat atau kritis membutuhkan waktu yang lebih lama untuk isoman, yaitu 20 hari setelah gejala muncul.

Menurut Erlina, pasien Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan tidak perlu melakukan tes swab PCR setelah isolasi mandiri.

“Pemeriksaan PCR di akhir isoman tidak perlu dilakukan kalau Anda tanpa gejala atau gejala ringan,” jelasnya.
Erlina menegaskan, yang terpenting adalah pasien Covid-19 harus melaksanakan isolasi mandiri hingga selesai, yakni selama 10 hingga 14 hari.

Selama masa tersebut, pasien Covid-19 dilarang keluar rumah dan tidak melakukan kontak erat dengan siapapun.(Kompas.com)

Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Cara Mengetahui Sembuh dari Covid-19, 2 Syarat Ini Harus Terpenuhi

Sumber: Kompas.com
Tags:
Virus CoronaCovid-19isolasi mandiriIsomanErlina Burhan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved