Breaking News:

Virus Corona

Beberapa Gejala Long Covid-19, Menstruasi Tak Teratur dan Penurunan Ukuran Alat Kelamin Pria

Seseorang yang terinfeksi Covid-19 memliki gejala yang berbeda-beda, ada yang bergejala ringan, sedang, hingga berat.

boldsky.com
Ilustrasi menstruasi. Beberapa Gejala Long Covid-19, Menstruasi Tak Teratur dan Penurunan Ukuran Alat Kelamin Pria 

TRIBUNWOW.COM - Seseorang yang terinfeksi Covid-19 memliki gejala yang berbeda-beda, ada yang bergejala ringan, sedang, hingga berat.

Namun ada juga yang tidak memiliki gejala apapun meski terpapar Covid-19.

Umumnya, gejala pada pasien Covid-19 adalah demam tinggi, batuk, tenggorokan kering, anosmia hingga dada sesak.

Baca juga: Disfungsi Imun, Pasien Covid-19 dengan Obesitas Lebih Berisiko Alami Gejala yang Lebih Parah

Baca juga: Jaga Kesehatan Mental Anak di saat Pandemi Covid-19, Lakukan Langkah Berikut

Untuk pasien positif Covid-19 tanpa gejala bisa dinyatakan sembuh setelah 10 hari melakukan isolasi mandiri.

Jika gejala ringan hingga sedang, 10 hari setelah timbul gejala ditambah 3 hari setelah bebas gejala.

Sementara untuk gejala berat, sampai dinyatakan sembuh oleh dokter yang merawat dengan hasil tes PCR negatif.
Namun, pada sebagian orang, infeksi Covid-19 dapat menimbulkan sindrom pasca Covid-19 atau long Covid.

Sama seperti positif Covid-19, gejala long Covid pada setiap orang juga berbeda-beda.

Menurut peneliti, ada sekitar 200 gejala yang bisa muncul saat mengalami long Covid, seperti halusinasi hingga penurunan ukuran penis atau testis yang telah diidentifikasi sebagai gejala panjang atau long Covid.

Melansir The Independent, sebuah studi baru oleh tim peneliti di University College London (UCL), yang mana semua penelitinya pernah mengalami positif Covid-19 dan long covid, menunjukkan bahwa long covid dapat menyebabkan lebih banyak gejala, daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Baca juga: Penggunaan Masker Dobel Tak Disarankan untuk Anak-anak, Berikut Penjelasan Jubir Covid-19 dr Reisa

Baca juga: Stop Penggunaan Obat Azitromisin untuk Pasien Covid-19 Gejala Ringan, Ini Efek Samping dan Bahayanya

“Seluruh tim peneliti adalah pasien long Covid. Itulah yang membuat kami unik dan memungkinkan kami mengidentifikasi gejala yang kurang diketahui publik, yang dialami pasien long Covid,” kata Hannah Davis, penulis utama penelitian ini.

“Kebanyakan orang tidak menyadari seberapa panjang gejala Covid-19 yang multi-sistemik, dan bagaimana sebagian besar pasien mengalami lusinan gejala di berbagai sistem organ,” jelasnya.

Davis, yang mengalami disfungsi kognitif yang buruk, kehilangan memori, dan takikardia postural (denyut jantung super tinggi setelah berdiri) akibat long Covid, mengatakan saat ini tidak ada biomarker (molekul yang mengkonfirmasi keberadaan virus atau penyakit tertentu) untuk long Covid.

Meski demikian ia menekankan, bahwa long Covid sebenarnya dapat dikenali, mengingat banyaknya gejala baru yang dialami pasien, multi-sistemik dari gejala-gejala ini, dan gejala yang dapat dikenali, seperti malaise (rasa dan tidak enak badan) setelah beraktivitas – yang mana ini tidak umum pada penyakit lain.

Studi dari UCL ini, menggunakan data dari 3.762 orang dari 56 negara dan mengidentifikasi 203 gejala long Covid di 10 sistem organ.

Gejala long Covid

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Tags:
Virus CoronaCovid-19Long CovidMenstruasiAlat Kelamin
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved