Viral Medsos
Viral Eks Anggota DPRD Ngaku Ditusuk Petugas PPKM Pakai Bolpoin, Diduga Video Bohong dan Menyesatkan
Beredar di medsos video seorang mantan anggota DPRD Tapteng yang mengeluh menjadi buta gara-gara mendapat perlakuan kasar dari petugas PPKM Darurat.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pada sebuah video yang viral di media sosial (medsos), mantan Anggota DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng) bernama Awaluddin Rao mengaku matanya ditusuk pakai bolpen oleh aparat penjaga Posko PPKM Darurat, di Padang, Sumatera Barat, Jumat (16/7/2021).
Awaluddin yang kondisi wajahnya bersimbah darah pada saat itu mengaku buta gara-gara perlakuan kasar aparat PPKM.
Sementara itu pihak kepolisian, menduga video yang viral tersebut adalah konten berita bohong dan menyesatkan.

Baca juga: Viral Eks Anggota DPRD Ngaku Buta karena Dikasari Aparat, Polisi Membantah: Saya Bawa Dia ke Klinik
Baca juga: Dibui karena Langgar PPKM, Bos Kafe di Tasikmalaya Tak Betah Dipenjara: Tapi Diperlakukan Baik
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, pihak kepolisian saat ini masih terus mendalami video yang viral tersebut.
Namun dipastikan bahwa Awaluddin tidak buta.
"Kita selidiki kasus penyebaran video yang diduga berisikan berita bohong tersebut. Ini merugikan petugas PPKM yang bekerja."
"Dengan beredar video itu, seolah-olah petugas melakukan tindakan salah," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto yang dihubungi Kompas.com, Minggu (18/7/2021).
Kombes Satake mengatakan, penyebar video itu bisa dijerat pasal 28 Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.
Satake menyampaikan, video yang beredar di medsos dibuat dan disebarkan sendiri oleh Awaluddin.
"Dalam video itu dia bilang matanya ditusuk pena hingga buta. Padahal pelipisnya yang kena. Itupun kita tidak tahu kejadiannya seperti apa," kata Kombes Satake.
Pada video amatir yang beredar, nampak Awaluddin mengerang kesakitan akibat matanya tertusuk pena hingga berlumuran darah.
"Aduh ya Allah ya Tuhan," kata Awaluddin mengerang kesakitan.
Tak lama kemudian, ia meminta seorang temannya untuk merekam kondisi wajahnya yang tertusuk pena.
"Ini proses penyekatan di Solok antara batas Padang-Solok, saya baru mutar aja pak melihat truk kita yang terbalik disana," katanya
"Pas saya mau balik ke Padang dan disini ditanya sama siapa melapor saya tidak ingat. Karena begitu banyak petugas. Akhirnya saya didorong pak, saya pegang pena hingga tertusuk ke mata saya," tambah Awaluddin.
Dalam video itu, Awaluddin berkali-kali mengaku dirinya tidak mengarang-ngarang cerita ditusuk aparat.
"Dipaksa saya masuk demi Allah, demi Rasulullah. Saya tidak berbohong, didorong sama anggota Pak Nesmon."
"Saya tidak ada keluar kota, masih dalam kota dan mau keluar melapor. Tadi ditanya sama siapa, belum mencari lagi orangnya dan sudah didorong," jelasnya.
Korban Tak Mampu Menjawab dan Membuktikan
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, video tersebut beredar di grup WhatsApp, Facebook, dan akun media sosial lainnya.
Kapolsek Lubuk Kilangan AKP Lija Nesmon mengonfirmasi bahwa kejadian di dalam video itu terjadi di Posko Penyekatan PPKM Padang-Solok.
"Betul saya ikut dalam kegiatan penyekatan itu. Tapi video yang beredar itu tidak benar," kata Nesmon yang dihubungi Kompas.com, Minggu (18/7/2021).
Baca juga: Fakta Viral Pungli oleh Oknum PNS, Minta Rp 100 Ribu ke Warga yang Mau Lolos Penyekatan PPKM
Nesmon mengatakan, video yang beredar di medsos sudah diedit sedemikian rupa, dan menarasikan Awaluddin terluka karena ditikam oleh petugas.
"Yang benar itu pelipisnya yang berdarah, bukan matanya buta. Saya yang bawa dia ke klinik," kata Nesmon.
Nesmon menjelaskan kronologi berawal ketika Awaluddin ingin masuk ke Padang dari arah Solok.
Saat ditanya petugas dokumen vaksin dan rapid tes antigen, Awaluddin tidak dapat memperlihatkannya.
Awaluddin saat itu mengaku sudah meminta izin ke petugas saat melintas dari Padang ke Solok untuk melihat truknya yang terbalik.
Namun Awaluddin tak bisa menunjukkan siapa petugas yang ia mintai izin.
"Kemudian kita tanya KTP Padangnya, Rao (Awaluddin) tidak juga mampu memperlihatkannya. Akhirnya kita suruh putar balik," kata Nesmon.
Nesmon mengatakan, cekcok sempat terjadi, hingga akhirnya Awaluddin diminta kembali ke mobil.
Tak lama kemudian, Awaluddin tiba-tiba kembali mendatanginya, kali ini dengan luka di wajah.
"Dia bilang matanya buta karena ditusuk pena akibat didorong petugas," kata Nesmon.
Tak begitu saja percaya, Nesmon sempat bertanya siapa petugas yang menikam mata Awaluddin menggunakan bolpoin.
Pada saat itu pihak kepolisian membawa Awaluddin ke klinik dan diketahui hanya mengalami luka di pelipis.
"Kita seolah-olah yang salah menusuk matanya hingga buta. Tapi itu tidak benar. Kita serahkan perkara video itu ke komandan. Direktorat Kriminal Khusus ada di Polda Sumbar," jelas Nesmon. (TribunWow.com/Anung)
Sebagian artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul "Beredar Video Mantan Anggota DPRD Ditusuk Matanya oleh Petugas PPKM Padang hingga Buta, Ini Duduk Perkaranya" dan "Polisi Buru Penyebar Video Hoaks Mantan Anggota DPRD Ditusuk Matanya hingga Buta, Pelakunya Diancam 6 Tahun Penjara"