Vaksin Covid
Apakah Benar Efek Samping Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Lebih Terasa? Simak Penjelasannya
Efek samping yang lebih kuat kerap dirasakan setelah dosis kedua vaksin Covid-19 daripada dosis pertama, benarkah demikian?
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
“Inilah yang kami lihat dengan vaksin tetanus serta vaksin dewasa lainnya yang umum digunakan seperti vaksin zoster."
"Namun, kami telah mendengar dari banyak pasien yang memiliki reaksi terhadap dosis satu dan siap untuk mendapatkan reaksi yang lebih buruk terhadap dosis dua, namun tidak mendapat efek samping apa-apa.”
Nachman menyebut kebanyakan efek samping adalah rasa nyeri lokal pada lokasi suntikan dibanding dengan yang merasakan demam.
Kemudian, semakin tua penerima vaksin, semakin kecil juga efek samping vaksin Covid-19 akan dirasakan baik di dosis pertama maupun di dosis kedua.
“Kami telah melihat reaksi alergi lokal terhadap (suntikan vaksin) Moderna lebih banyak dibanding yang kami lihat dengan Pfizer, ini adalah nyeri lokal di lokasi suntikan, tidak perlu dirawat” kata Nachman.
Menurut data penelitian yang diserahkan ke Food and Drug Administration/FDA (seperti BPOM di Indonesia), 7 persen orang berusia antara 18 dan 55 tahun yang menerima dosis pertama vaksin Pfizer melaporkan demam.
Sedangkan untuk dosis kedua angkanya naik menjadi 31 persen.
Untuk vaksin Moderna, hasil menunjukkan ada 1 persen dari mereka yang berusia 18 hingga 64 tahun melaporkan demam setelah dosis pertama, dan 17 persen melaporkan demam setelah dosis kedua.
Secara signifikan sangat sedikit penerima vaksin Covid-19 yang melaporkan diare atau muntah akibat suntikan pertama atau kedua. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)