Terkini Daerah
Jasad Penuh Luka, Kematian Mahasiswi Hamil di Kamar Kos Masih Jadi Misteri, Polisi: Mau Melahirkan
Kasus penemuan jasad mahasiswi berinisial PDA (18) asal Madiun, Jawa Timur, yang membusuk di kamar kosnya masih menjadi misteri.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Kasus penemuan jasad mahasiswi berinisial PDA (18) asal Madiun, Jawa Timur, yang membusuk di kamar kosnya masih menjadi misteri.
Diberitakan sebelumnya, PDA yang tengah hamil sembilan bulan ditemukan tewas dan jasadnya sudah membusuk di kamar kos Jalan Patimura, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Madiun, Senin (13/7/2021) lalu.
Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Ryan Wira Raja Pratama mengatakan pihaknya menemukan sejumlah luka di jasad korban.

Baca juga: Fakta Penemuan Mayat Terbungkus Plastik di Lampung, Dibunuh Pacar Sesama Jenis saat Istri Hamil Tua
Baca juga: Sosok Polisi yang Terobos Penyekatan PPKM Darurat demi Selamatkan Ibu Hamil, Ketuban Sudah Pecah
Hal tersebut diketahui setelah jasad korban diautopsi oleh tim forensik Polda Jawa Timur (Jatim).
"Dari hasil autopsi yang dilakukan oleh tim forensik Polda Jatim, memang ditemukan luka memar di tubuh jenazah," terang Ryan, dikutip dari TribunJatim.com, Kamis (15/7/2021).
"Luka tersebut berada di kepala, pelipis dan juga bibir. Tentunya luka tersebut diakibatkan benda tumpul."
Sementara itu, kata Ryan, darah yang bersimbah di jasad korban berasal dari proses dekompresi atau pembusukan tubuh wanita 18 tahun tersebut.
Ryan memperkirakan kandungan korban berusia sembilan hingga sepuluh bulan.
Ia mengatakan korban mengandung bayi laki-laki.
"Sejauh ini, dari hasil autopsi oleh tim, diketahui memang sedang hamil," katanya.
"Usia kehamilan diperkirakan sekitar sembilan hingga sepuluh bulan, artinya sudah mau melahirkan, jenis kelamin bayinya laki-laki."
Baca juga: Fakta Viral Ibu Hamil Dipukul Satpol PP, Ditegur Berpakaian Seksi seusai Terbukti Warung Sudah Tutup
Baca juga: Mahasiswa Hamil Tua Ditemukan Membusuk di Kos, Baru 3 Minggu Tinggal di TKP Ngaku Cari Kerjaan
Selain itu, kata Ryan, korban juga tak terpapar Covid-19.
Karena itu, polisi hingga kini masih terus menyelidiki kematian wanita tersebut.
Ryan melanjutkan, korban diperkirakan sudah tewas tiga hari sebelum ditemukan.
"Penyebab kematiannya, kami masih melakukan pemeriksaan lanjutan. Tentu juga masih menunggu hasil keterangan resmi dari tim forensik."