Virus Corona
Sekjen PAN Beri Teguran Keras Guspardi Gaus karena Enggan Lakukan Karantina: Tidak Ada Negosiasi
Sekjen PAN memberikan teguran keras kepada Guspardi Gaus yang sempat menolak dikarantina setelah pulang dari luar negeri.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Sikap anggota DPR Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus belakangan menjadi sorotan dan menuai banyak kritik.
Pasalnya, Guspardi Gaus menolak untuk dikarantina setelah tiba dari Kirgistan.
Padahal, ia seharusnya menjalankan karantina wajib minimal lima hari pasca kepulangan dari luar negeri.
Baca juga: Nasib Latihan Persib Bandung di saat Lonjakan Covid-19, Ini Langkah Para Pemain Hadapi PPKM Darurat
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN, Eddy Soeparno, menyebut akan memberikan sanksi kepada Guspardi Gaus.
Dilansir TribunWow.com, Eddy sudah meminta Ketua Fraksi PAN di DPR-RI, Saleh Partaonan Daulay, untuk memberi teguran keras kepada Guspardi Gaus.
"Perlu kami sampaikan di sini, bahwa kami telah meminta Ketua Fraksi PAN DPR RI, saudara Saleh Daulay, untuk menyampaikan informasi terkait hal ini kepada publik," ucap Eddy melalui Kompas TV, Sabtu (3/7/2021).
"Kami juga telah meminta saudara Saleh Daulay untuk menyampaikan teguran keras dari Ketua Umum DPP PAN kepada saudara Guspardi Gaus," lanjutnya.
Baca juga: Salat Idul Adha 2021 Berjemaah Dilarang Dilakukan di Daerah PPKM Darurat, Simak Aturan dari Menag
Baca juga: Daftar Lengkap Bansos PPKM Darurat, BLT Rp 300 Ribu Tiap Bulan hingga Diskon Listrik 50 Persen
Lebih lanjut, Eddy juga menyerukan kepada seluruh kader PAN untuk kooperatif dan taat kepada aturan.
Ia menegaskan bahwa tidak ada yang diistimewakan di mata aturan yang diberlakukan oleh negara.
Khususnya terkait penanganan pandemi Covid-19.
"Seluruh kader PAN, pengurus atau pejabat publik dari PAN baik eksekutif atau legislatif wajib tunduk, patuh kepada hukum, kepada aturan dan ketentuan," kata Eddy.
"Dan itu tidak ada negosiasi, tidak ada yang dikecualikan."
"Oleh karena itu, kami meminta yang bersangkutan agar menyampaikan permintaan maaf ke masyarakat," pungkasnya.
Kendati demikian, Guspardi Gaus telah meminta maaf dan akhirnya mau menjalankan karantina sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Baca juga: PPKM Darurat Dimulai Hari Ini, Anies Baswedan Larang Warga DKI Jakarta Bersepeda, Begini Ancamannya
Sindiran dari Para Anggota DPR
Sebelumnya, Guspardi nekat hadir secara fisik di rapat Panitia Khusus (Pansus) DPR terkait Revisi Undang-undang (RUU) Otonomi Khusus (Otsus) di DPR pada Kamis, (1/7/2021).
Hal itu membuat anggota rapat yang lain ngeri hingga melayangkan sindiran secara langsung.
Dalam rapat tersebut, terlihat Guspardi terang-terangan mengaku terlambat rapat karena baru pulang dari luar negeri.
Ia juga blak-blakan menolak saat diminta melakukan karantina mandiri dengan dalih ingin menghadiri rapat.
Tak ayal hal itu langsung membuat anggota Pansus dari Fraksi PDI-P My Esti Wijaya melayangkan kritik.
Guspardi diminta melakukan tes Covid-19 terlebih dulu sebelum mengikuti rapat pembahasan DIM RUU Otsus Papua selanjutnya.
"Besok kita bisa membahas secara total. Bahkan kalau Minggu kita mau bahas, kita juga siap, Pak Ketua (Komarudin Watubun)," kata My Esti Wijaya seperti dalam tayangan di Kompas TV.
"Cuman, Pak Gaus harus rapid test dulu karena Pak Gaus baru dari luar negeri," kata Esti."
"Saya deg-degan tadi, Pak Gaus dari luar negeri. Jadi kita kalau mau dekat-dekat Pak Gaus agak ngeri-ngeri juga," sindirnya pada Gaus.
Baca juga: Daftar Bantuan Sosial yang Diberikan Pemerintah saat PPKM Darurat Jawa-Bali, Termasuk BLT UMKM
Selain Esti, anggota Pansus dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Heru Widodo juga meminta Guspardi melakukan tes Covid-19.
Bahkan, ia meminta Guspardi untuk kooperatif menjalankan isolasi mandiri sebelum datang ke rapat berikutnya.
"Saya mohon Pak Gaus ini harus di-swab dulu ini, atau kalau tidak, isolasi mandiri dululah. Saya setuju dengan Bu Esti tadi," ujar Heru Widodo.
Rupanya, anggota rapat yang lain juga merasakan hal yang sema.
Beberapa di antaranya ngeri dan terdengar celetukan-celetukan yan meminta Gaus taat aturan.
Bahkan ada yang mengkritik ketika Gaus tak memakai maskernya.
"Pakai Masker Pak Gaus."
"Mbak Esti yang jauh saja deg-degan apalagi saya yang dekat."
Kendati demikian, Gaus masih sempat berdalih dan memberikan pembelaan.
"Begitu lah kecintaan saya terhadap tugas dan tanggung jawab, sebenarnya saya harus diisolasi dulu di hotel, tapi untung protokoler dan berbagai hal, saya ingin ikut rapat," ujar Gaus. (TribunWow.com/Rilo)