Breaking News:

Terkini Nasional

Nilai Kritikan BEM UI Juluki The Jokowi King of Lip Service Wajar, Hendri Satrio: Khas Mahasiswa

Pengamat politik sekaligus dosen Hendri Satrio alias Hensat komentari kritikan BEM UI kepada Presiden Jokowi.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube Official iNews
Hendri Satrio alias Hensat komentari kritikan BEM UI kepada Presiden Jokowi, Selasa (29/6/2021). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI menjuluki Presiden Jokowi The King of Lip Service. 

TRIBUNWOW.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia menjadi sorotan karena memberikan kritik kontroversial kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Melalui unggahan di media sosial Instagram dan Twitter, BEM UI menjuluki Presiden Jokowi sebagai The King of Lip Service.

Unggahan tersebut langsung menuai kontroversi.

Unggahan akun Instagram BEM UI, Sabtu (26/6/2021). BEM UI menjadi trending topic di Twitter setelah memberikan kritik kepada pemerintah dan menyebut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) 'King of Lip Service'
Unggahan akun Instagram BEM UI, Sabtu (26/6/2021). BEM UI menjadi trending topic di Twitter setelah memberikan kritik kepada pemerintah dan menyebut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) 'King of Lip Service' (Instagram/@bemui_official)

Baca juga: Sebut BEM UI Mendramatisir Panggilan Rektorat, Ade Armando: Enggak Ada Urusan sama Dibungkam

Banyak yang balas memberikan kritikan dan tak sedikit yang memberikan dukungan kepada BEM UI.

Di antaranya adalah pengamat politik Hendri Satrio yang menilai kritikan BEM UI kepada Presiden masih dalam batas wajar.

Kritikan keras tersebut justru dianggap sebagai gelora yang khas dimiliki oleh kaum muda.

"Adik-adik mahasiswa itu masih dalam tatanan wajar, begitu lah cara mahasiswa menyampaikan pendapat," kata Hendri Satrio dikutip TribunWow.com dari Official iNews, Selasa (29/6/2021).

"Sangat gamblang, terbuka, khas mahasiswa," sambung pakar komunikasi politik yang akrab disapa Hensat tersebut.

Baca juga: Jokowi Tersenyum saat Bahas Kritikan BEM UI, Ungkit Ledekan Plonga-plongo: Kritik Itu Boleh Saja

Baca juga: Faisal Basri Bongkar Curhat Dosen soal Rektor UI: Berdoa agar Jadi Menteri, Biar Cepet Keluar

Menurut Hensat, kritikan dari BEM UI justru bisa menjadi masukan yang membangun bagi pemerintah.

Pasalnya, satire kepada orang nomor satu di Indonesia itu dianggap bisa menyuarakan keresahan yang juga dirasakan masyarakat luas.

Julukan The King of Lip Service diberikan BEM UI kepada Presiden Jokowi karena dianggap sering mengobral janji, tapi tak selaras dengan aksi pemerintah.

"Seharusnya ini menjadi masukan kritis buat pemerintah dan segera memperbaiki diri," ujar Hensat.

"Masukan yang diberikan mahasiswa adalah masukan yang ada dan dirasakan oleh masarakat."

"Oleh karena itu, segala janji-janji politik harus segera dipenuhi," pungkas dosen Universitas Paramadina tersebut.

Baca juga: Fadli Zon Sentil Rektor UI yang Panggil BEM UI seusai Beri Julukan Jokowi, Ternyata Rangkap Jabatan

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved