Breaking News:

Terkini Daerah

Diduga Pesta Oplosan Hand Snaitizer Dicampur Soft Drink, 3 Napi di Blora Tewas, Begini Kata Karutan

Tiga narapidana (napi) Rutan Kelas IIB Blora, Jawa Tengah, tewas diduga setelah pesta minuman oplosan.

KOMPAS IMAGES/Kristianto Purnomo
Ilustrasi - Tiga narapidana (napi) Rutan Kelas IIB Blora, Jawa Tengah, tewas diduga setelah pesta minuman oplosan. 

TRIBUNWOW.COM - Tiga narapidana (napi) Rutan Kelas IIB Blora, Jawa Tengah, tewas diduga setelah pesta minuman oplosan.

Dilansir TribunWow.com, para napi itu mencampur hand sanitizer dengan air dan soft drink.

Diduga, ada 7 napi lainnya yang bergabung dalam pesta minuman oplosan tersebut.

Kepala Rutan  (Karutan) Kelas IIB Blora, Dedi Cahyadi membenarkan tewasnya ketiga napi tersebut.

Menurut Dedi, sepuluh napi yang menggelar pesta minuman oplosan itu berada di satu blok sel tahanan.

Baca juga: Kronologi 1 dari Belasan Napi Wanita di Bali Tewas seusai Tenggak Minuman Oplosan Disinfektan

Baca juga: Lagi Masak, Ibu Kaget Bayinya Dicekoki Miras Oplosan oleh Paman, Baru Tahu saat Petugas Datang

Ia menduga pesta minuman oplosan itu digelar saat petugas lengah.

Dedi menjelaskan, sebelum kejadian, para napi menerima perlengkapan kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 pada Senin (21/6/2021).

Perlengkapan tersebut dibagikan oleh petugas lapas.

Para napi mendapat seperangkat masker, hand sanitizer dan vitamin.

Lalu, sepuluh napi itu berkumpul dan mencampur hand sanitizer yang didapatnya.

Menurut Dedi, pihaknya langsung menghubungi Dinas Kesehatan Blora seusai mendapat kabar tersebut.

Ia mengatakan sejumlah napi yang menimum minuman oplosna itu baru merasakan gejala pada Rabu (23/6/2021).

Akibat kejadian itu, tiga napi tewas dan tujuh lainnya kini sudah dalam kondisi pulih.

Baca juga: Gadis 15 Tahun Digilir 8 Pria, Pelaku Bergantian Rudapaksa Korban sambil Pesta Miras dan Judi

Baca juga: Foto Mahasiswa Berlutut di Depan Tungku Penyulingan Miras seusai Wisuda Viral, Ini Kisah di Baliknya

"Tiga napi, masing-masing AS, RA, dan MA tidak bisa diselamatkan," kata Dedi, dikutip dari Kompas.com, Minggu (27/6/2021).

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved