Breaking News:

Wacana Presiden 3 Periode

Ade Armando Peringatkan Bahaya Jokowi 3 Periode: Harganya Sangat Mahal

Ade Armando menilai terlalu berbahaya untuk mewujudkan wacana Presiden Jokowi menjabat sebagai RI 1 lagi di tahun 2024 mendatang.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Kolase (Istimewa via Tribunnews.com) dan (Warta Kota/Henry Lopulalan)
Presiden Terpilih Joko Widodo (kiri) mengucapkan sumpah jabatan saat pelantikannya di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2014). Joko Widodo - Jusuf Kalla resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa bakti 2014 - 2019. Terbaru, Direktur Komunikasi SMRC, Ade Armando memperingatkan akan berbahaya jika Presiden Jokowi kembali maju di tahun 2024. 

TRIBUNWOW.COM - Pakar komunikasi politik sekaligus Direktur Komunikasi Saiful Mudjani Research and Consulting (SMRC), Ade Armando menilai wacana presiden tiga periode terlalu berbahaya untuk direalisasikan.

Seperti yang diketahui, wacana tersebut merupakan usul dari Komunitas Jokowi-Prabowo (Jok-Pro) 2024 yang satu dari beberapa relawannya adalah Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari.

Menurut Ade Armando, usul Presiden RI Joko Widodo kembali maju di tahun 2024 justru akan membuat perpecahan di masyarakat.

Tangkapan layar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari saat menghadiri acara syukuran Kantor Sekretariat Nasional Komunitas Jok-Pro 2024 di Jakarta, Sabtu (19/6/2021)
Tangkapan layar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari saat menghadiri acara syukuran Kantor Sekretariat Nasional Komunitas Jok-Pro 2024 di Jakarta, Sabtu (19/6/2021) (KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)

Baca juga: Lewat Twitter, Refly Harun Ajak Warganet Tolak Jokowi 3 Periode: Yang Dukung Comment, Like

Hal itu disampaikan oleh Ade Armando dalam acara Prime Talk Metrotvnews, Senin (21/6/2021).

Ade Armando mengatakan, konflik sangat rawan terjadi di lapisan masyarakat umum.

Sedangkan di kalangan elite, konflik kemungkinan besar dapat diredam.

"Potensi perpecahan di tengah masyarakat akar rumput akibat ide tentang memajukan kembali Pak Jokowi sebagai calon presiden, itu harganya bisa sangat mahal," ungkap Ade Armando.

Ade Armando menyampaikan, ada tiga kubu dalam polemik wacana Jokowi tiga periode.

Kubu pertama adalah para pendukung partai tertentu yang tegas menolak, yakni simpatisan PKS, Gerindra, PPP, dan Demokrat.

"Kubu pertama adalah yang firm menolak, tegas," kata Ade Armando.

"Para pendukung partai tertentu itu firm menolak."

Kemudian, kubu kedua adalah mereka yang netral, di antaranya adalah pendukung partai Golkar dan PAN.

Sedangkan mereka yang setuju Jokowi tiga periode berasal dari simpatisan PDIP.

Ade Armando memperingatkan, ketiga kubu tersebut akan saling konflik apabila wacana Jokowi tiga periode diwujudkan.

"Jadi kalau terjadi perdebatan tentang tiga ini, yang akan ramai itu di lapangan antara para pendukung tersebut, yang keras menolak dan yang keras mendukung," ungkap dia.

"Buat saya itu harga yang terlalu mahal, buat apa kita mengajukan sebuah ide baru yang kembali memecah belah bangsa hanya karena kepentingan-kepentingan."

"Ini lebih mencerminkan aspirasi elite," pungkas Ade Armando.

Baca juga: Pilih Jokowi 3 Periode, M Qodari Khawatir jika Prabowo Vs Anies di 2024: Prabowo Jadi Jokowi Jilid 2

Jokowi Mania Anggap M Qodari dkk Sesat

Pada segmen sebelumnya, Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer menilai wacana 3 periode sebagai hal yang sesat dan melanggar konstitusional yang berlaku.

Immanuel menegaskan pihak JoMan sejalan dengan sikap Presiden Jokowi yang tegas menolak menjabat sebagai presiden selama tiga periode.

"Saya melihatnya dari JokPro ini tiga-tiganya, menampar, mencari muka, dan menjerumuskan," sindir Immanuel.

"Tidak ada alasan yang rasional terhadap tiga periode ini," lanjutnya.

Baca juga: Soal Presiden 3 Periode, Rocky Gerung Persilakan Jokowi Tampar Muka Sendiri atau M Qodari: Masa Diam

Immanuel tidak menerima alasan JokPro yang ingin Jokowi menjabat tiga periode karena alasan agar tidak terjadi polarisasi seperti pada Pilpres tahun 2019.

"Alasan mereka rekonsiliasi, rekonsiliasi bukan seperti itu," kata Immanuel.

"Rekonsiliasi itu jangan dirusak sistem yang sudah ada."

Immanuel lalu mengungkit reformasi tahun 1998 yang mana mengubah masa jabatan presiden yang tadinya tak terbatas, kini dibatasi menjadi dua periode.

"Salah satu agenda reformasi adalah membatasi kekuasaan presiden," kata dia.

"Ini tiba-tiba Presiden Jokowi digoda-goda untuk tiga periode."

"Kita sama-sama tahu, pendukung presiden ini mayoritas adalah para aktivis '98."

"Mereka berjuang di '98 melawan tirani orde baru," tegas Immanuel.

Terakhir, Immanuel meminta agar Qodari tidak menyesatkan publik dengan wacana presiden tiga periode.

"Artinya jangan juga Qodari ini membawa demokrasi ke era kegelapan zaman orde baru," ujar Immanuel.

"Ini bahaya, kalau Qodari mau sesat, biarlah Qodari dan gerombolannya," sambungnya.

Simak videonya mulai menit ke-21.00:

Alasan Qodari Mau Jokowi 3 Periode

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari telah menyatakan sikapnya untuk mendukung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) maju kembali di 2024 bersama Prabowo Subianto untuk menjadi presiden tiga periode.

Menurut Qodari akan berbahaya jika Prabowo maju dan berakhir melawan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di 2024 mendatang.

Ia menyebut, Prabowo nantinya akan bernasib sama seperti Jokowi pada pilpres sebelumnya, di mana Jokowi menjadi korban fitnah.

Hal tersebut disampaikan oleh Qodari dalam acara Kompas Petang, Sabtu (19/6/2021).

Qodari mengatakan, tujuannya mendukung Jokowi adalah untuk menghindari terjadinya polarisasi di masyarakat.

Jika mendukung Prabowo maju sebagai presiden, menurutnya polarisasi tetap akan terjadi.

"Nanti kalau Pak Prabowo maju, dukung Pak Prabowo, lawannya nanti Anies Baswedan," kata Qodari.

Qodari menyebut, polarisasi di masyarakat akan semakin parah jika nantinya Prabowo bertarung melawan Anies.

"Maka polarisasi yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya itu akan terulang lagi, bahkan pada skala yang akan lebih berat," ungkap dia.

Ia mengungkit bagaimana pada pilpres 2019, Prabowo yang sesungguhnya sosok nasionalis, maju sebagai calon presiden dari partai Islam.

Fenomena ini menurut Qodari akan terulang lagi di tahun 2024, jika Anies maju menjadi capres yang berasal dari partai Islam.

Ketika hal tersebut terjadi, Qodari menyebut Prabowo akan menjadi target rentetan fitnah.

"Justru Pak Prabowo akan jadi Pak Jokowi jilid dua, nanti diserang dengan isu Kristen dan seterusnya," jelas Qodari.

"Dan serangan itu akan punya dampak lebih berat, karena Pak Prabowo memang keluarganya ada Islam, ada Kristen."

"Pak Jokowi saja yang istilahnya Islam semua, kena fitnah," sambungnya.

Menurut Qodari, solusi untuk menghindari adanya polarisasi adalah Jokowi maju di 2024 didampingi Prabowo.(TribunWow.com/Anung)

Berita lain terkait presiden 3 periode

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Ade ArmandoWacana Presiden 3 PeriodeJokowiM QodariPilpres 2024
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved